Raker I Pemuda Katolik, Diwarnai Aksi Seribu Lilin Mengenang Korban di Daerah Konflik

NABIRE - Pengurus Pemuda Katolik Komda Papua Tengah, melaksanakan agenda Rapat Kerja (Raker) Komisaris Daerah (Komda) I Provinsi Papua Tengah, berlangsung selama dua hari, dari 24-25 April 2026, bertempat di Aula RRI Nabire.
Sebelum pelaksanaan agenda Raker Pemuda Katolik Komda Papua Tengah, melalui panitia Raker itu, diwarnai dengan aksi seruan seribu lilin mengenang para korban konflik di daerah Papua, seperti di Puncak, Dogiyai, Intan Jaya dan Puncak Jaya, berlangsung Kamis, 23 April 2026, bertempat di Kapela Asrama Adhi Luhur Nabire.
Aksi pemasangan seribu lilin tersebut, bukan sekedar simbol bukan juga sekedar seremonial belaka, tetapi sebagai sebuah momen yang amat mendalam mengenang para korban konflik, sehingga aksi nyala seribu lilin sebagai seruan kemanusiaan dan juga sebagai bentuk keprihatinan terhadap korban konflik yang berkepanjangan di tanah Papua.
Selain itu, aksi pemasangan seribu lilin yang diisi dalam misa pembukaan Raker I juga sebagai wujud doa dan wujud ikut berduka sebagai harapan akan kedamaian dan solidaritas terhadap saudara-saudara yang hidup dalam trauma konflik dan hidup dalam bayang-bayang konflik di tanah Papua.
Ketua Panitia Raker I Pemuda Katolik Komda I Papua Tengah, Hendrikus Yeimo mengatakan, pelaksanaan aksi pemasangan seribu lilin sebagai seruan mengenang dan mengheningkan cipta terhadap korban konflik di tanah Papua.
Aksi seruan seribu lilin ini bukan sekedar simbol seremoni belaka, tetapi sebagai wujud rasa simpati, rasa kemanusiaan, rasa keprihatinan dan rasa solidaritas terhadap warga sipil yang kerap kali menjadi korban konflik di tanah Papua.
“Naikkan wujud doa bagi korban konflik, naikkan harapan akan damai lewat aksi seruan pemasangan seribu lilin dan seruan damai kami ini bagian dari seruan yang diserukan dalam hilarkis Katolik, dari Paus sampai pewarta di tingkat paroki untuk menumbuh bibit damai dalam kehidupan umat,” kata Yeimo, usai misa pembukaan Raker I Pemuda Katolik Komda Papua Tengah.
Sementara itu, salah seorang Pengurus Pusat, Pemuda Katolik, Abeth You menambahkan, aksi yang dilakukan bukan untuk memprovaksi situasi, justru sebaliknya, justru membangkitkan semangat membangun kedamaian di tanah Papua. Karena aksi ini sebagai sebuah panggilan moral untuk menghidupkan kembali nilai-nilai kemanusiaan yang seringkali terabaikan dan membangkitkan semangat menjaga kedamaian yang kerap kali kurang terpupuk.
“Kami juga mengapresiasi kepada pengurus Komda Papua Tengah yang telah menyampaikan aspirasi secara langsung kepada Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, saat melakukan kunjungan di Nabire, Ibu Kota Provinsi Papua Tengah pada 21 April 2026 lalu. Pihaknya, dalam aspirasinya menyampaikan, segera tarik militer non organik yang ada di Papua, demi terbangun kedamaian di tanah Papua,” katanya.
Dalam aksi seribu lilin, diisi dengan beberapa puisi yang mengandung harapan yang mendalam akan kedamaian di tanah Papua dan puisi yang mengandung arti yang mendalam terhadap korban warga sipil dalam kelambu konflik di Papua.
Selain sampaikan puisi, mereka juga mendoakan arwah para korban konflik di daerah konflik, semoga arwanya diterima surga, sekaligus mendoakan tanah Papua sebagai tanah damai.(hbb)
Bagikan artikel ini



