Raker Asosiasi Bupati Meepago, Sepakati Puluhan Program Strategis
NABIRE - Beberapa kepala daerah melalui salah satu wadah, yakni Asosiasi Bupati se Meepago, Provinsi Papua, pada Rabu (6/3/2019) petang kem
Bagikan
NABIRE - Beberapa kepala daerah melalui salah satu wadah, yakni Asosiasi Bupati se Meepago,
Provinsi Papua, pada Rabu (6/3/2019) petang kemarin menggelar Rapat Kerja
(Raker) dalam rangka membahas sejumlah program strategis pembangunan kawasan
Meepago, bertempat di ruang rapat Bupati Nabire. Raker dipimpin Bupati Isaias Douw, S.Sos.,MAP dan dihadiri Bupati Dogiyai, Yakobus Dumupa,
S.IP., Bupati Deiyai diwakili Wakil Bupati Hengky Pigai, S.Pt, Bupati Paniai
Mecky Nawipa dan Wakil Bupati Paniai,
Otopianus Gobay, Bupati Intan Jaya dan Bupati Timika berhalangan hadir
karena sedang melaksanakan tugas keluar daerah.
Informasi dan data menyebutkan kegiatan Raker itu merupakan pertemuan lanjutan dari pertemuan
perdana di Bogor tahun lalu (2018) yang dihadiri semua Bupati se wilayah
Meepago. Raker para bupati ini menghasilkan puluhan program sebagai agenda dan komitmen bersama dalam
rangka pembangunan kawasan Meepago kedepan, diantaranya seperti bahwa Asosiasi
Bupati Meepago telah dibentuk dan Bupati Nabire, Isaias Douw, telah dipilih
sebagai Ketua Asosiasi Bupati se-Meepago. Para Bupati se-Meepago menyatakan
bersatu dan menyeruhkan kepada semua warga Meepago agar bersatu, akhiri permusuhan
atas dasar kepentingan politik, kepentingan kelompok dan kepentingan atas dasar
agama serta mendukung pembangunan di setiap kabupaten maupun program strategis
kawasan di wilayah Meepago. Selanjutnya, menyepakati untuk menyelesaikan tapal batas wilayah antar provinsi, kabupaten
dan melakukan pemetaan wilayah berbasis kepemilikan adat dan potensi daerah.
Menyepakati bahwa penyelenggaraan Pemilu, pada 17 April 2019 di wilayah Meepago
dan Papua harus aman dan sukses. Kemudian, disepakati soal penerimaan CPNS wajib orang Meepago, kecuali formasi bidang
langka yang tidak ada pelamar orang asli Meepago dan untuk Kabupaten Nabire 80
persen orang asli Papua dan 20 persen disesuaikan dengan kebutuhan bidang
teknis yang tidak dilamar oleh orang asli Papua. Selain itu, disepakati pula rencana pembangunan Universitas Meeuwodide (program jangka
panjang), penuntasan wajib belajar 12 tahun dan membangun PGSD untuk memenuhi
kebutuhan guru di wilayah Meepago. Menyepakati memperhatikan masalah kesehatan
secara bersama-sama dan mendorong budidaya tanaman lokal sebagai obat
alternatif. Tak lupa, bidang ekonomi rakyat akan dikembangkan dengan didorongnya bidang pertanian,
perkebunan, peternakan, perikanan dan industri kreatif serta menetapkan sentra
produksi sesuai potensi yang dimiliki oleh kabupaten masing-masing. Untuk
kepentingan pengembangan ekonomi akan dibangun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)
Meepago. Selanjutnya, diepakati pula untuk mengkaji sumber-sumber energi di wilayah Meepago, misalnya
PLTA Urumuka. Menyepakati untuk membuat Peraturan Daerah tentang Minuman Keras
(Miras) di setiap kabupaten dan akan membuat pos penjagaan distribusi minuman
keras dari Nabire ke wilayah pedalaman, dalam hal ini akan bekerja sama dengan
aparat TNI dan Polri. Pada bidang pendidikan, para bupati ini bersepakatan akan membangun asrama mahasiswa
permanen di setiap kota studi secara bertahap dan menyediakan bantuan studi
bagi mahasiswa secara bersama dengan prioritas pada studi langka dalam dan luar
negeri. Paniai ditetapkan sebagai pusat akses transportasi udara wilayah Meepago dan Nabire sebagai pusat
akses transportasi laut dari dan keluar Meepago serta disepakati untuk
membangun pusat pemerintahan terpisah dari perumahan penduduk, semua gedung
berarsitektur budaya setempat, berwawasan lingkungan dan modern (jangka
panjang). Kemudian, para bupati ini menyepakati dan menyeruhkan kepada semua
pihak untuk mempersiapkan diri menerima pemekaran Provinsi Papua Tengah. Tak luput pada kesempatan itu, mereka (para bupati) menyepakati untuk melakukan rapat resmi
setiap enam bulan sekali dan pertemuan-pertemuan biasa setiap saat sesuai
kebutuhan serta menyepakati untuk membentuk tim khusus yang terdiri dari lima
orang per kabupaten untuk membuat perencanaan spesifik terkait program-program
strategis jangka panjang di wilayah Meepago yang telah ditetapkan bersama. Usai pertemuan terbatas itu tersebut, kepada sejumlah awak media, Ketua Asosiasi Bupati
se-Meepago, Isaias Douw mengatakan, sepanjang sejarah perjalanan pemerintahan di
wilayah adat Meepago, baru pertama kali ini terjadi persatuan para bupati dan
berkomitmen membangun wilayah adat setempat dengan semangat, karakter, nilai
adat dan kebutuhan masyarakat Meepago.
“Kita bersyukur
kepada Tuhan karena kita sudah bersatu untuk melaksanakan sejumlah program
bersama-sama di wilayah Meepago. Kami minta semua pihak, terutama masyarakat
agar mendukung program yang sudah kami sepakati ini,” ujar Isaias ketika
didamping para bupati yang hadir pada kesempatan tersebut.(wan)
Bagikan artikel ini



