Puskesmas Legari Dipersiapkan Jadi Puskesmas Satelit
NABIRE – Setelah Puskesmas Siriwini dan Puskesmas SP 1 Kalibumi yang telah dipersiapkan pada awal tahun ini agar mampu menjadi Puskesmas yang dapat melayani Perawatan, Dukungan dan Pengobatan (PDP) bagi pasien HIV, saat ini Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire bersama dengan LS
Bagikan
NABIRE – Setelah Puskesmas Siriwini dan Puskesmas SP 1 Kalibumi yang telah dipersiapkan pada awal tahun ini agar mampu menjadi Puskesmas yang dapat melayani Perawatan, Dukungan dan Pengobatan (PDP) bagi pasien HIV, saat ini Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire bersama dengan LSM CHAI (Clinton Health Access Initiative) melakukan perluasan wilayah (ekspansi) ke Nabire bagian timur dalam upaya menjangkau dan melayani masyarakat di sekitar wilayah pantai.
Maka pada Selasa, 14 April 2015 kegiatan In House Training (IHT) resmi dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire yang diwakili oleh Pengelola Program Alfred Lambey, SKM, M.Kes di Puskesmas Legari. Kegiatan IHT yang dilakukan merupakan langkah awal dalam upaya perluasan cakupan pemeriksaan HIV, dimana adanya deteksi dini kasus HIV sesuai dengan program Kementrian Kesehatan yakni program Percepatan Akses dan Kualitas Pelayanan HIV-AIDS di Tanah Papua (PAKP). Kegiatan IHT merupakan kegiatan yang bertujuan memberikan pembekalan kepada petugas kesehatan di Puskesmas terkait teknis pemeriksaan, diagnosa, serta pemberian terapi bagi pasien yang telah positif terinfeksi HIV, IMS dan TB. Dalam kesempatan ini juga petugas kesehatan Puskesmas tidak hanya diberikan pembekalan, tetapi juga didampingi dalam proses pencatatan dan pelaporan serta pengelolaan obat ARV. Kegiatan IHT di Puskesmas Legari dijadwalkan berlangsung selama kurang lebih 5 hari dimana petugas kesehatan Puskesmas akan diberikan materi terkait HIV, IMS dan TB oleh beberapa fasilitator dari Dinas Kesehatan Nabire, RSUD Nabire dan CHAI. Malanda L. E. Sembor, S.ST selaku Kepala Puskesmas Legari menyambut baik dipilihnya Puskesmas Legari dalam menjalankan program dari Kementrian Kesehatan ini. Dalam kesempatannya, Malanda Sembor menyampaikan harapannya agar melalui kegiatan IHT yang saat ini sedang dilaksanakan, Puskesmas Legari mampu menjaring masyarakat dalam pelayanan HIV, IMS dan TB serta Puskesmas Legari semakin mampu memberikan kontribusi yang baik dalam pelayanan kepada masyarakat khususnya di wilayah Legari. Namun demikian dalam menjalankan program ini tentu ada kendala yang dihadapi Puskesmas Legari, sehingga perlu adanya peran pemerintah agar program ini dapat berjalan maksimal. Saat ini tenaga petugas kesehatan di Puskesmas Legari sangat kurang khususnya tenaga laboratorium, karena tenaga lab yang saat ini ada merupakan tenaga lab yang berstatus magang. Selain kebutuhan tenaga, Puskesmas Legari juga terkendala soal sarana dan prasarana dimana saat ini untuk kebutuhan listrik Puskesmas Legari hanya mengandalkan genset sehingga penggunaan listrik sangat terbatas, padahal kita perlu tahu bahwa ada beberapa pemeriksaan di lab yang membutuhkan adanya listrik selain itu juga dalam menjalankan proses pencatatan dan pelaporan membutuhkan komputer sehingga tentu membutuhkan daya listrik yang cukup. Malanda Sembor juga mengatakan Puskesmas membutuhkan ruangan khusus agar pelayanan HIV, IMS dan TB dapat berjalan maksimal karena saat ini semua ruangan telah digunakan untuk kebutuhan pelayanan. Pada kesempatan ini juga tidak hanya kegiatan IHT saja yang dilakukan di Puskesmas Legari, tetapi juga kegiatan On the Job Training (OJT) bagi tenaga laboratorium. Dalam kegiatan OJT ini petugas lab diajarkan untuk melakukan pemeriksaan HIV, IMS dan TB. Sehingga diharapkan setelah petugas lab mendapatkan ilmu pemeriksaan HIV, IMS dan TB Puskesmas Legari mampu melaksanakan pemeriksaan tersebut dengan demikian kedepannya tidak perlu merujuk pasien ke RSUD Nabire. Pada kesempatan ini Puskesmas Legari mendapat sumbangan kebutuhan pemeriksaan HIV, IMS dan TB dalam melaksanakan kegiatan OJT dari LSM CHAI. (ist)
Bagikan artikel ini



