Puskesmas Kartum Prioritaskan Empat Program Unggulan di 2026

NABIRE - Kepala Puskesmas Karang Tumaritis (Kartum), Melkiyas Iyai, memaparkan rencana strategis pelayanan kesehatan untuk tahun anggaran 2026. Fokus utama tahun ini adalah penguatan fondasi pelayanan dasar melalui integrasi sistem dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Kartum.
“Program untuk tahun ini yang paling pertama adalah kita harus meningkatkan derajat kesehatan pelayanan maksimal, yaitu menggunakan ILP (Integrasi Layanan Primer). Yang kedua adalah kita harus mencapai target untuk pelayanan imunisasi,” ujar Melkiyas saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (23/04/2026).
Terkait imunisasi, Melkiyas mengakui adanya tantangan geografis dan mobilitas penduduk yang tinggi di wilayahnya dengan target sekitar 4.000 jiwa. “Untuk mendapatkan 100% ini agak sulit karena penduduk rata-rata orang Papua yang dinamis; mereka turun dari kabupaten tetangga lalu naik lagi. Jumlah bayi dan Balitanya masuk di data kita, tapi saat kita turun penyisiran (sweeping) imunisasi, mereka sudah kembali ke atas,” jelasnya.
Selain imunisasi, pendekatan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) menjadi prioritas ketiga melalui kunjungan rumah secara masif.
Melkiyas menegaskan, target penyelesaian kunjungan rumah ini dipatok rampung pada akhir tahun. “Target PIS-PK ini harus selesai. Biasanya target untuk pencapaian indikatornya itu kita lihat di bulan Oktober hingga November nanti,” tambahnya.
Melkiyas juga menyoroti peran kader kesehatan sebagai pilar keempat, meski terkendala masalah kesejahteraan. “Kita ingin kader mandiri, tapi honor mereka tidak ada dari kami karena SK mereka ada di bawah kelurahan. Maka, ucapan terima kasih atau honor itu harusnya dari kelurahan sesuai SK tersebut. Kami tidak bisa memaksakan target berat kepada mereka dalam kondisi ini,” ungkapnya secara terbuka.
Meski secara keseluruhan terdapat 12 program yang berjalan di Puskesmas termasuk kesehatan lingkungan hingga kesehatan jiwa fokus pada penyakit menular menunjukkan tren positif. “Dari sekian banyak program, yang paling menonjol pencapaiannya adalah program HIV dan TB (Tuberkulosis). Dua program itu progresnya terus naik,” pungkas Melkiyas. (sam)
Bagikan artikel ini



