Puskesmas Karang Tumaritis Gelar Pertemuan Linsek Perkuat Pendataan, Penanganan Stunting

NABIRE - Puskesmas Karang Tumaritis menggelar kegiatan pertemuan Lintas Sektor (Linsek) yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan di tingkat kelurahan dan kampung. Agenda ini dihadiri langsung Kepala Kelurahan Karang Tumaritis, Kepala Kelurahan Girimulyo serta Kepala Kampung Kaliharapan guna menyinergikan program kesehatan di wilayah tersebut.
Selain unsur pemerintah daerah, pertemuan ini juga merangkul sektor swasta dan organisasi kemanusiaan. Tercatat, Klinik Kaesa dari Batalyon turut hadir memberikan dukungan, bersama Wahana Visi Papua yang memainkan peran penting dalam memfasilitasi materi edukasi mengenai penanganan stunting di wilayah kerja Puskesmas Karang Tumaritis.
Dukungan penuh dari Wahana Visi Papua tidak hanya terbatas pada materi sosialisasi, tetapi juga mencakup seluruh pembiayaan operasional termasuk konsumsi selama kegiatan berlangsung. Kerja sama ini menunjukkan kolaborasi yang solid antara fasilitas kesehatan milik pemerintah dengan lembaga mitra dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Kegiatan strategis ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. Tujuan utamanya untuk mempermudah proses pendataan serta kelancaran kunjungan rumah oleh petugas medis ke tiga wilayah utama, yakni Kelurahan Karang Tumaritis, Girimulyo dan Kampung Kaliharapan.
Kepala Puskesmas Karang Tumaritis, Mekiyas Iyai, mengungkapkan selama ini petugas Puskesmas sering menemui kendala di lapangan saat melakukan pendataan mandiri. Minimnya pemahaman masyarakat mengenai tujuan pendataan kesehatan sering kali berujung pada penolakan warga saat dikunjungi oleh staf Puskesmas.
Untuk mengatasi hambatan tersebut, pihak Puskesmas sengaja mengundang pengurus RT dan RW dalam pertemuan ini. Kehadiran tokoh masyarakat tingkat bawah ini diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi sehingga masyarakat memahami bahwa pendataan bertujuan untuk mencapai derajat kesehatan yang maksimal bagi setiap individu.
Selain mempermudah akses, sistem pendataan yang rapi juga akan sangat membantu pasien dalam mendapatkan layanan kesehatan. Jika data Kartu Keluarga (KK) dan KTP warga sudah tercatat dengan baik di dokumen Puskesmas, warga tidak perlu lagi pulang ke rumah untuk mengambil berkas tersebut saat membutuhkan pelayanan medis darurat.
Di sisi lain, pertemuan ini menjadi momentum untuk memberikan motivasi kepada para kader kesehatan di tingkat Posyandu. Para kader didorong untuk lebih aktif melakukan sosialisasi kepada para ibu agar memiliki pemahaman yang lebih baik terhadap kesehatan bayi dan Balita, demi menurunkan angka stunting di wilayah Nabire.
Dalam penutupnya, Mekiyas Iyai menyampaikan pertemuan ini telah menghasilkan kesepakatan konkret, yakni penempatan staf kelurahan untuk mendampingi tim kesehatan saat turun ke lapangan. “Nanti kita akan lakukan rapat evaluasi kembali tiga bulan ke depan untuk melihat perkembangan dari kesepakatan hari ini,” pungkasnya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (23/04/2026). (sam)
Bagikan artikel ini



