SUGAPA– Mulai Senin (29/3/2021) hari ini, Puskesmas Bilogai dan Rumah Sakit Umum (RSU) Sugapa, Kabupaten Intan Jaya sudah membuka kembali pelayanan medis kepada masyarakat. Setelah selama satu bulan lebih ditutup paska kasus penembakan dan konflik yang terjadi di daerah itu.  

Menyongsong dibukanya kembali pelayanan medis itu, setelah dilaksanakan ibadah dan upacara adat pencucian darah tradisi Suku Moni, pada hari Jumat (26/3/2021) pekan lalu.

Dibawah penyertaan dan pembinaan dari Pastor Yustinus Rahangiar dan Pendeta Klasis Sugapa, yang sudah memberkati kedua tempat pelayanan kesehatan. Untuk itu masyarakat sudah bisa menerima pelayanan dari pemerintah, baik di Puskesmas maupun di rumah sakit.

“Kalau ada berita–berita yang kurang tepat dan kurang berimbang, dengan kegiatan ini adalah sebagai klarifikasi dari Pemerintah Kabupaten Intan Jaya secara resmi,” kata Asisten I Setda Intan Jaya, I Nengah Kariasa yang hadir dalam kegiatan itu didampingi Direktur RSUD Intan Jaya, Kristianus Tebai, S.KM, M.Kes.

Kapolres Intan Jaya melalui Kabag Ren, AKP Andriakso mengatakan dengan dibukanya rumah sakit dan puskesmas, pekan depan diharapkan situasi di Intan Jaya ini berangsur aman.

“Situasi aman ini dari kita. Semua ini kalau berjalan dengan baik, maka saya harap semua yang bertugas disini dengan setia dan dibawah perlindungan Tuhan supaya tanah ini diberkati oleh Tuhan,” ujarnya.

AKP Andriakso juga berpesan kepada para tenaga medis dan masyarakat Intan Jaya untuk bekerja dengan setia dan bekerja dengan jujur. “Supaya apa yang diberkati disini. Semua hal yang tidak baik dijauhi dari tempat ini,” harapnya. Datang Dengan Niat Tulus

Sementara itu Danki Satgas Yonif PR 501/BY, Kapten Inf Radit mengatakan, Satuan Penugasan (Satgas) yang lama sudah kembali dan penggantinya adalah Satgas 501 yang sekarang berada di Sugapa, Mamba, Titigi hingga ke Hitadipa. 

Mewakili aparat keamanan yang berada di Sugapa, Kapten Radit menyampaikan bahwa satuan tugas ini datang ke Sugapa dengan niat yang tulus dan mulia. Mewakili kesatuannya dirinya ingin menyampaikan kepada masyarakat yang berada di Intan Jaya, seperti yang disampaikan saat misa di Gereja St Petrus Wandoga. 

“Saya sampaikan bahwasannya kami datang niat kami yang paling utama. Niat kami adalah Intan Jaya kondusif. Anak–anak bisa ke sekolah dan para orang tua bisa kembali ke ladang dan juga pasar tanpa harus ada konflik antara aparat keamanan TNI/Polri dengan oknum yang ingin memecah belah persatuan,” ucapnya.

“Maka dari itu kami ingin sampaikan seperti yang di gereja bahwa tujuan kami datang kesini adalah tidak lebih ingin menjadikan Intan Jaya aman, kondusif sampai dengan seterusnya,” tukasnya.

Untuk itu Kapten Radit meminta kepada masyarakat lokal Intan Jaya untuk tidak terpengaruh dengan pihak–pihak dari luar. Karena oknum–oknum itu ingin merusak situasi damai di Intan Jaya.

“Bapak Pastor dan Pendeta sudah menyampaikan bahwa di Intan Jaya ini adalah tanah damai. Tidak perlu ada konflik. Sehingga masyarakat tidak perlu takut. Karena TNI/Polri ada bersama masyarakat,” tambahnya.

Bagi aparat TNI/Polri masyarakat Intan Jaya bukanlah musuh. Mereka adalah kawan dan sahabat kita. “Jadi sekali lagi jangan terpengaruh dengan mereka yang ingin menganggu stabilitas keamanan,” tegasnya.

Lanjutnya, Tanah Papua adalah tanah yang damai. Jangan lagi ada konflik berdarah. Untuk itu dirinya mengajak mari bersama–sama membangun Intan Jaya. 

“Kami juga datang kesini. Kita punya anak, kita punya istri.  Kita tinggalkan keluarga, demi Intan Jaya kondusif. Untuk itu kami minta dukungan dari bapak–bapak, mama–mama bersama pemerintah daerah, masyarakat bangun daerah ini,” pintanya.

Sebagai satuan penugasan, tugas mereka tidaklah lama di Intan Jaya. “Kami hanya sementara disini dan kami tidak mau meninggalkan hal–hal yang buruk. Kami ingin terkenang tentang kebaikan kami selama kami bertugas disini,” harapnya.

Diketahui acara ini dihadiri juga Rohaniwan Katolik Dekenat Moni Puncak, Rohaniwan Protestan Klasis Sugapa, Tokoh pemuda Sugapa dan Tokoh Perempuan Sugapa serta para ASN dan Pegawai RSUD Intan Jaya dan Puskesmas Bilogai. (ist)