NABIRE - Ketika kita melewati Terminal Oyehe yang biasanya disebut pusat kota Nabire, terlihat dengan jelas tumpuhkan sampah yang pada awalnya hanya menjadi gunung kecil. Namun hingga saat ini telah melebar dan hampir menutupi jalur masuk angkutan kota yang hendak menurunkan penumpang. Bukan saja terlihat tumpukan sampah saja,akan tetapi juga telah keluar dari tumpuhkan sampah tersebut aroma bau tak sedap di pagi hingga malam hari. Sehingga membuat masyarakat yang hendak berbelanja maupun para penumpang yang transit di Terminal Oyehe selalu saja mengeluh akibat aroma bauh yang bersumber dari tumpuhkan sampah. Sejumlah pihak yang ditemui Papuapos Nabire, Rabu (11/7) mengatakan, sesungguhnya masyarakat harus sadar bahwa Terminal Oyehe itu tempat transitnya penumpang dan pusat kota serta pusat pembelanjaan.  Sehingga tidak pantas harus ada tumpuhkan sampah. Sehingga beberapa pihak meminta agar kegiatan pasar dadakan yang dilakukan pada sore hari di seputar Terminal Oyehe harus segera dipindahkan atau dihentikan saja. Karena tumpuhkan sampah tersebut berasal dari masyarakat yang menjual di sore hari, selain juga datang dari sampah rumah tangga. Untuk itu pemerintah Distrik Nabire dan pemerintah Kelurahan Oyehe diminta untuk turun tangan.  Sebab kondisi sampah yang ada saat ini bukannya berkurang tetapi terus bertambah. Dan jangan dipikir terminal Oyehe sebagai Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang disediakan pemerintah. Sehingga sejumlah pihak meminta agar kembalikan fungsi awal pembangunan Terminal Oyehe sebagai terminal transit dalam kota. Bukan lagi sebagai pasar dadakan dan tempat pembuangan sampah yang dilakukan se-enaknya oleh masyarakat tanpa menyadari Oyehe sebagai pusat atau jantung dari Kabupaten Nabire.(des)