Puncak Pengumuman Pemberian Hadiah Lomba Karya Jurnalistik Tingkat SMA dan SMK

NABIRE – Puncak pengumuman dan pemberian hadiah lomba karya jurnalistik menulis berita straight news tingkat SMA dan SMK, yang diselenggarakan di VIP Room RRI Nabire, pada Sabtu (14/2/2026). Adapun tamu undangan yang hadir pada pemberian hadiah tersebut para pemenang lomba karya jurnalistik beserta guru pendamping. Acara yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Provinsi Papua Tengah ini berlangsung sukses dan lancar.
Ketua Panitia, Jodevri Panjaitan menyampaikan dengan kegiatan ini ke depan bukan saja PWI yang berperan, tetapi semua siswa dan siswi serta juga masing-masing sekolah agar bisa mengedepankan jurnalistik.
"Karena kita ketahui bersama bahwa isu-isu hoaks, berita bohong. Dan semoga dengan jurnalistik ataupun pers bisa hadir di sekolah-sekolah agar melihat lagi pers dan jurnalistik, tidak terpengaruh isu-isu yang tidak benar," imbuhnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Wakil Ketua II DPR Provinsi Papua Tengah, Dr. Drs. Petrus Izaach Suripatty, M.Si., dan Anggota DPR Papua Tengah, Nancy Natalia Raweyai serta anggota Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua Tengah (DPRP-PT), Katherin Maruanaya, telah memberikan sumbangsih perihal kegiatan lomba karya jurnalistik, dengan menyumbangkan laptop untuk pemenang Lomba Hari Pers Nasional di Kabupaten Nabire.
Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Papua Tengah, Suroso, SE mengatakan, untuk menjadi wartawan itu asyik dan sama halnya seperti adik-adik bahwasannya setiap hari harus belajar. Karena wartawan idealnya dia yang harus tahu terlebih dahulu dan kalau terlambat untuk memberitakan bukan straight news namanya, melainkan berita yang sudah basi.
"Juri yang kami libatkan ada yang dari PWI dan Asosiasi Wartawan Papua (AWP) di Jayapura dan kami yakin apa yang kami nilai tentu sudah sesuai dengan pemahaman kami yang cukup lama di bidang jurnalistik dan juga untuk adek-adek yang belum berhasil ini menjadi pintu masuk untuk menjadi anggota PWI ke depannya," ujarnya.
Ia menyampaikan, bahwasannya PWI membuka diri, di mana ada kesempatan dan untuk memberikan kontribusi kepada adik-adik dalam hal dunia jurnalistik.
"Jurnalis merupakan suatu profesi, sama hal seperti dokter dan lain sebagainya. Jurnalis juga diakui oleh negara, di mana ada tanggal untuk memperingati Hari Pers Nasional. Artinya pers ini dianggap penting oleh negara, merupakan pilar demokrasi dan berkontribusi sejak zaman kemerdekaan," ujarnya.
Kepala LPP RRI Nabire, Surya Thalib, mengajak para pelajar untuk tidak pernah berhenti menulis dan berani mengejar mimpi menjadi jurnalis profesional.
Dalam sambutannya, Surya Thalib menyampaikan apresiasi kepada panitia, insan pers serta para peserta lomba yang hadir. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas perubahan lokasi kegiatan karena adanya agenda masyarakat yang telah terjadwal sebelumnya.
“Wartawan adalah pekerjaan yang menyenangkan dan membanggakan. Bagi yang punya rasa ingin tahu tinggi, profesi ini sangat cocok. Jangan pernah berhenti menulis dan menggali informasi,” ujarnya di hadapan para peserta dan tamu undangan.
Surya berbagi pengalaman pribadinya saat meraih penghargaan tertinggi jurnalistik, Adinegoro pada 2018. Menurutnya, penghargaan tersebut berawal dari rasa ingin tahunya saat meliput kehidupan warga di wilayah perbatasan Sebatik. Dari hasil wawancara sederhana yang direkam dan dituliskan kembali sesuai alur cerita narasumber tanpa tambahan maupun pengurangan, karyanya kemudian berhasil meraih penghargaan bergengsi tersebut.
Ia menekankan pentingnya ketekunan, kejujuran dalam menulis serta kekuatan doa. “Kita tidak pernah tahu kapan doa dan mimpi kita dikabulkan. Tugas kita adalah terus berusaha dan tidak menyerah,” tuturnya.
Kepada para pelajar yang disebutnya sebagai ‘bakal calon wartawan’, Surya memberikan motivasi agar terus berlatih menulis meski mengalami kegagalan. “Gagal menulis, tulis lagi. Gagal lagi, tulis lagi. Pasti akan bisa,” pesannya.
Pada kesempatan itu, ia juga berharap sinergi antara LPP RRI Nabire dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dapat semakin diperkuat dalam berbagai kegiatan literasi dan lomba jurnalistik di daerah.
Menurutnya, kolaborasi antarlembaga akan memberikan ruang pembinaan yang lebih luas bagi generasi muda. Peringatan HPN 2026 di Nabire menjadi momentum untuk mendorong lahirnya jurnalis-jurnalis muda yang tidak hanya kuat secara teori, tetapi juga peka terhadap nilai-nilai human interest dalam pemberitaan.
Berikut pemenang lomba karya jurnalistik tingkat SMA dan SMK se-Nabire, di antaranya, Roihan Fadhil Pamungkas pelajar SMAN 1 Nabire, mengangkat tema, Demi Efektivitas Distribusi, MBG SMA Negeri 1 Nabire Dialihkan ke SPPG Oyehe 02 (Juara 1).
Kenia Masambe SMKS Kristen Anak Panah, mengangkat tema, program Makan Bergizi Gratis (MBG), meningkatkan kualitas gizi dan pendidikan anak di Papua Tengah (juara 2). Tadius Degei SMK Negeri 2 Nabire, mengangkat tema, Belajar Lima Hari di SMK Negeri 2 Nabire, Tantangan Baru Menuju Prestasi Siswa (juara 3) dan Novia Ismawati SMA Negeri 2 Nabire, mengangkat tema, Penerapan Sekolah Sepanjang Hari (SSH) di SMA Negeri 2 Nabire Tuai Pro dan Kontra dari Peserta Didik sebagai juara 4.(edi)
Bagikan artikel ini



