NABIRE - Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK (HKG-PKK) ke-46 tahun 2018 secara resmi ditutup oleh Bupati Nabire Isaias Douw, S.Sos MAP, Selasa (15/5) bertempat di halaman Kantor Bupati Nabire.Dengan tema 'Kerukunan dalam Keluarga dan Lingkungan untuk Mewujudkan Indonesia Damai'. Pantauan di lapangan, sebanyak 14 kelompok atau dasawisma telah melaksanakan berbagai rangkaian kegiatan, sepertinya tes tertulis yang dikuti 14 kelompok untuk mencari juara I, II, III dan seterusnya, namun atas kekompakan, kebersamaan, kerja sama yang baik dari ibu-ibu hingga Bupati Isaias Douw memberikan apresiasi sekaligus penghargaan dengan memberikan berupa uang perkelompok Rp.2 juta.Bupati Isaias Douw dalam arahannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada para ibu-ibu disertai dengan apresiasi yang mulia atas kekompakan, kebersamaan, kerjasama yang baik di masing-masing kelompok hingga bisa datang menampilkan berbagai rangkaian kegiatannya pada hari puncak tersebut. Isaias Douw, berharap kepada para kepala distrik yang ada di daerah ini untuk memperhatikan 10 pokok program PKK yang ada di distrik dan kampung perlu dilakukan kerjasama agar kegiatan dasawisma di distrik maupung kampung kedepan bisa maju dan berkembang."Kepala distrik turun pengawasan dan monitoring di masing-masing kampung, perlu memberikan motivasi dan dorongan kepada masyarakat supaya pembangunan kampung tidak tertinggal lagi. Kadistrik kerja serius sesuai dengan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Nabire 2016-2021," harapnya. Di kesempatan yang sama Ketua Umum PKK Pusat dalam sambutannya dibacakan oleh Ketua Tim PKK Kabupaten Nabire, Yufinia Mote Douw, S.STi mengatakan, kegiatan PKK baik di tingkat pusat maupun di daerah-daerah, bahkan distrik dan kampung-kampung yang ada di seluruh nusantara 10 program PKK harus diprioritas, sehingga semua pihak dapat berperan aktif dalam kegiatan.Program PKK merupakan salah satu program yang harus diprioritas utama didalam pemerintahan, karena ini membantu pemerintahan yang ada di seluruh nusantara.Diharapkan kepada semua pihak dapat menciptakan kerukunan dalam keluarga dan lingkungan untuk mewujudkan Indonesia damai dan tidak boleh masyarakat Indonesia ikut pengaruh-pengaruh yang tidak baik yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab sepertinya terjadi di Surabaya oleh teroris sehingga undang-undang teroris segera ditetapkan agar penegakan hukum dapat dijalankan lebih cepat sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. (modes)