PT Nabire Baru Sosialisasikan Pembangunan Pabrik Sawit ke Masyarakat
NABIRE - Dalam rangka mewujudkan perekonomian warga masyarakat yang berada di Kampung Sima Distrik Yaur, Kampung Wami Distrik Yaur dan Kampu
Bagikan
NABIRE - Dalam rangka mewujudkan perekonomian warga masyarakat yang berada di Kampung Sima Distrik Yaur, Kampung Wami Distrik Yaur dan Kampung Wanggar Pantai, serta tidak lanjut dari Doa Syukur Pembukaan Lahan dalam rangka pembangunan Pabrik Kelapa Sawit, Jumat (26/1) bertempat di ‘Matoa Lounge’ milik PT. Nabire Baru yang berada di kawasan area Perkebunan Kelapa Sawit Kampung Wami, PT. Nabire Baru menggelar sosialisasi dalam rangka pembangunan pabrik kelapa sawit PT. Nabire Baru dibawa sorotan tema ‘Membangun Ekonomi Rakyat Melalui Perkebunan Kelapa Sawit’. Turut hadir dalam sosialisasi tersebut, Dandim 1705/Paniai yang diwakili oleh Kasdim 1705/Paniai Mayor Inf. Teguh, Kapolres Nabire yang diwakili oleh Kasat Intelkam Polres Nabire AKP. Yadang, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nabire Yohanes Ramandey, Ketua Dewan Adat Kabupaten Nabire Herman Sayori, Kepala Suku Wate Alex Raiki, Tokoh Adat Suku Besar Yerisiam Gua Ayub Kowoy, para pimpinan OPD, Tokoh Masyarakat Suku Wate dan Suku Besar Yerisiam Gua, serta warga masyarakat yang berada di wilayah Kampung Sima, Wami Wanggar Pantai dan Yaro. General Manager PT. Nabire Baru Kipli Anak Ayom dalam sambutannya mengatakan, sosialisasi dalam rangka pembangunan pabrik kelapa sawit PT. Nabire Baru perlu dilakukan lebih awal, karena PT. Nabire Baru memegang asas keterbukaan perusahaan, kemudian sebelum pabrik tersebut dibangun pihak perusahaan berkewajiban untuk menyampaikan semua informasi-informasi terkait pembangunan pabrik kepada publik atau warga masyarakat, serta para karyawan karyawati. Katanya, pabrik kelapa sawit yang akan dibangun untuk kemajuan perekonomian rakyat di wilayah Kabupaten Nabire adalah menjadi tanggung jawab bersama yang harus betul-betul dijaga, dirawat demi kemajuan perusahaan maupun warga masyarakat adat pemilik hak ulayat. “Perusahaan bertanggung jawab agar pabrik ini bisa berjalan dengan baik dan lancar. Pemerintah bertanggung jawab untuk melakukan monitoring terhadap pabrik kelapa sawit yang akan berjalan nanti, sehingga ketika pabrik kelapa sawit ini berjalan atau beroperasi tetap sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku. Masyarakat juga mempunyai tanggung jawab untuk menjaga keamanan, kelancaran produksi, karena pabrik itu juga sebagaiannya adalah milik masyarakat, sehingga ini menjadi tanggug jawab bersama,” ungkapnya. Menurutnya, keberadaan pabrik kelapa sawit sangat penting untuk perusahaan, masyarakat, sangat penting untuk para petani-petani kecil yang punya kebun sawit. Karena, pabrik tersebut adalah pasar untuk menjual hasil sawit yang saat ini sebenannya sudah harus masuk dalam tahap produksi atau panen pertama, tetapi karena pabrik untuk mengelola kelapa sawit belum ada, maka hasil yang seharusnya sudah bisa kita panen dan masyarakat bisa menikmati uang hasil panen sawit tersbut saat ini hanya bisa menunggu dan bersabar, dengan harapan pabrik kelapa sawit bisa terbangun dengan cepat dan lancar. “Saya bersyukur dan berterima kasih, karena berkat dari Tuhan, sehingga kita semua bisa hadir dan bersama-sama bisa menghadiri dan mendengar secara langsung sosialisasi pembangunan pabrik kelapa sawit PT. Nabire Baru,” tuturnya. General Manager PT. Nabire Baru mengatakan, latar belakang pembangunan pabrik kelapa sawit adalah untuk menopang perkebunan kelapa sawit serta petani sawit dalam mengolah produk kelapa sawit menjadi minyak sawit mentah, mengupayakan keinginan masyarakat akan terwujudnya pabrik kepala sawit, upaya meningkatkan perekonomian daerah dan masyarakat sekitar, peningkatan permintaan minyak sawit mentah (crude palm oil) baik dari dalam dan luar negeri sebagai bahan dasar kebutuhan manusia antara lain Minyak Goreng, Margarin, Bio Diesel, Bahan Kosmetik, Bahan Makanan. Sedangkan, untuk manfaat keberadaan pabrik kelapa sawit menurut GM PT. Nabire Baru Kipli Anak Ayom adalah untuk mendorong terciptanya lapangan kerja baru, kemudahan masyarakat khususnya petani sawit dalam memasarkan produk kelapa sawit (tandan buah segar), mendorong peluang usaha bagi masyarakat, perbaikan sarana transportasi (akses jalan) serta insfastruktur lainnya. Sementara itu, warga masyarakat baik dari Suku Wate maupun Suku Besar Yerisiam Gua yang juga selama ini menjadi petani sawit dalam session diskusi terkait sosialisasi tersebut mengatakan, keberadaan pabrik kelapa sawit merupakan kunci dari semua perjuangan yang selama ini mereka hadapi, karena menurut mereka tidak ada artinya jika kelapa sawit tersebut hanya bisa ditanam, tetapi tidak bisa dikelola dan menghasilkan uang bagi warga masyarakat hanya karena tidak ada sebuah pabrik untuk mengelola kelapa sawit yang telah ditanam oleh masyarakat. Bahkan, warga masyarakat meminta kepada pihak perusahaan agar segera membangun pabrik untuk menunjang perekonomian masyarakat demi terwujudnya pembangunan ekonomi masyarakat melalui perkebunan kelapa sawit yang telah berjalan selama ini.(cad)
Bagikan artikel ini



