PSSSIB Nabire Gelar Lepas Sambut 2025–2026, Serukan Jaga Kekompakan

NABIRE - Toga Parsadaan Simanjuntak Sitolu Sada Ina Dohot Boruna (PSSSIB) se-Kabupaten Nabire Provinsi Papua Tengah menggelar Ibadah Lepas Sambut Tahun 2025–2026 yang berlangsung khidmat, di Aula PU Nabire Minggu (25/01/2026).
Mengusung tema ‘Pujilah Tuhan dan Janganlah Lupakan Kebaikannya’ (Mazmur 103:2), kegiatan ini menjadi momentum refleksi syukur bagi seluruh keluarga besar Simanjuntak yang bermukim di wilayah Kabupaten Nabire.
Acara diawali dengan ibadah bersama yang dipimpin Pendeta Mordekhai Oilla, S.Th. Dalam khotbahnya yang merujuk pada kitab Mazmur, ia mengajak seluruh anggota kerukunan untuk memuji Tuhan dengan segenap hati.
Pendeta menekankan pentingnya mengingat kasih setia Tuhan, termasuk pengampunan dan penyembuhan sebagai landasan kekuatan dalam menghadapi berbagai pergumulan hidup di masa mendatang.
Ketua Toga PSSSIB Nabire, Richard Simanjuntak, dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas perjalanan panjang organisasi ini. Ia menyebutkan bahwa PSSSIB telah eksis di Nabire sejak tahun 1983, yang berarti kini telah memasuki usia ke-43 tahun. Menurutnya, keberlangsungan organisasi selama lebih dari empat dekade tersebut murni merupakan bukti nyata dari kebaikan dan kemurahan Tuhan.
Richard juga membagikan catatan emosional mengenai sejarah berdirinya PSSSIB yang bertepatan dengan tahun kelahirannya. Hal ini menjadi pengingat pribadi baginya, bahwa organisasi ini telah tumbuh besar bersama generasi-generasi Simanjuntak di Nabire.
Ia berharap di usia yang matang ini, PSSSIB dapat terus memberikan kontribusi positif, baik secara internal maupun bagi organisasi kemasyarakatan lainnya di Nabire.
Richard menekankan pentingnya peran PSSSIB dalam menjaga kerukunan antar warga di Kabupaten Nabire secara umum. Ia berharap keberadaan marga Simanjuntak dapat menjadi teladan dalam menjalin hubungan harmonis dengan kerukunan-kerukunan lain.
Hal ini dinilai penting demi menjaga stabilitas sosial dan semangat gotong royong di tengah keberagaman masyarakat yang ada. ?Memasuki tahun 2026, ketua pengurus menyerukan kepada seluruh anggota untuk tetap menjaga kekompakan dan solidaritas.
Ia berharap hal-hal positif yang telah dicapai pada tahun 2025 dapat dipetik hikmahnya dan dijadikan modal untuk meningkatkan kinerja organisasi di masa depan. Semangat kebersamaan diharapkan menjadi kunci dalam menjalankan setiap program kerja yang akan datang.
Setelah rangkaian ibadah dan sambutan selesai, acara dilanjutkan dengan sesi kekeluargaan yang diisi dengan arisan dan pembagian hadiah. Kemeriahan semakin memuncak saat memasuki sesi Manortor, di mana seluruh anggota mulai dari unsur Hulahula, Boru hingga anak-anak ikut menari. Urutan Gondang tradisional dibawakan dengan penuh khidmat, mulai dari Gondang Mula-mula hingga Gondang Sitiotio Hasahatan sebagai penutup.
Suasana keakraban terlihat jelas saat prosesi pemberian berkat melalui kain ulos dari Hulahula kepada Boru, serta aksi menyawer yang dilakukan para orang tua kepada anak-anak saat Tortor khusus berlangsung.
Acara ini juga diisi dengan tarian khas batak, yakni Tor-tor, sebagai wujud pelestarian adat budaya Batak untuk anak cucu ke depan. Kegiatan ini ditutup dengan harapan besar agar subtema kegiatan, yakni menjadi kerukunan yang semakin rukun dan selalu bersyukur, dapat terwujud sepanjang tahun 2026.(amd)
Bagikan artikel ini


