Protes Hasil Pengumuman CPNS, Di Dogiyai Massa Beraksi
MOANEMANI - Massa yang tidak terima dengan hasil pengumuman CPNS tahun 2018 yang baru-baru ini diumumkan, melakukan aksi demo di Kantor Bada
MOANEMANI - Massa yang tidak terima dengan hasil pengumuman CPNS tahun 2018 yang baru-baru ini diumumkan, melakukan aksi demo di Kantor Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Dogiyai, Senin (10/8) lalu.
Aksi dimulai sekitar pukul 11.00 WIT berjumlah ratusan orang.
Massa sempat ditemui Bupati Dogiyai yang didampingi aparat keamanan Polri dan TNI, dan juga sejumlah pegawai Pemkab Dogiyai.
Di depan massa, Bupati Yakobus Dumupa menyampaikan jika hasil tes itu bukan ditentukan oleh bupati atau titipan pejabat.
Namun itu hasil murni tes dan itu diperiksa oleh komputer hasil kerja peserta tes.
Jadi itu bukan ditentukan oleh bupati, atau panitia tapi ditentukan oleh hasil tes masing-masing peserta tes, murni hasil tes yang diterima.
Pendemo juga sempat menyanyakan kenapa orang pendatang lebih banyak diterima dari jumlah kuota.
Dijawab bupati, memang mereka punya nilai memenuhi syarat kelulusan tes.
Massa pendemo juga mempertanyakan di Paniai bisa 100 persen OAP diterima kenapa di Dogiyai tidak bisa ? Bupati jawab soal kuota itu berdasarkan aturan, bukan soal pribumi, pendatang, orang asli atau tidak.
Bupati juga mengatakan bahwa diskusi atau fitnah yang dilancarkan oleh orang-orang tertentu di luar dari pada aturan, lebih baik berhenti.
Terutama pegawai, pejabat atau masyarakat, yang mereka mau ingin menjelekkan nama baik bupati.
Dikabarkan, masa yang memulai longmarct dari lapangan umum di Ekemanida keluar ke jalan raya menuju terminal Moanemani lalu masuk kearah Puskesmas dan keliling pasar lama Moanemani lalu menuju Kantor BKPSDM Dogiyai.
Ini sebagai aksi lanjutan mereka yang sempat sebelumnya masa mendatangi ke Kantor BKD, pada Rabu (05/08/2020) lalu.
Sesampai di BKD masa memulai mengabsen para pejabat pemangku kepentingan [pemerintah daerah] lalu kemudian dilanjutkan aksi mereka dengan aktraksi yang di bawakan dari masing-masing kelompok yang sebelumnya mereka tentukan.
Di kelompok tersebut ada kelompok pemabuk, kelompok pencium lem aibon, kelompok penjual kupon toto gelap (Togel), kelompok pengojek dan kelompok penjual sayuran.
Kelompok-kelompok tersebut didepan Bupati, DPR dan jajaran mulai mengilustrasikan situasi sosial yang memburuk akibat dari peluang dan harapan kerja OAP di bidang pemerintahan yang semakin runyam, yang sulit memberikan kesempatan kerja kepada sarjana-sarjana asli papua untuk menjadi pegawai negeri sipil, dimana apa yang seharusnya menurut mereka ditempati oleh Orang Asli Papua tetapi tidak diindahkan oleh pihak pemerintah sebagai penyelenggara.
Setelah itu masa menyampaikan orasi mereka berupa pertanyaan yang kemudian dijawab oleh para pemerintah, untuk mau memuaskan para pendemo, penanggungjawab yang ditunjuk Yermias Goo membacakan pertanyaan yang mereka siapkan, pertanyaan pertama masa adalah mengapa sampai putra daerah hanya 65% yang dinyatakan lulus sementara Non OAP 35% yang dinyatakan lulus melebihi kuota 20%.
Terkait dengan pemberlakukan presentasi kuota penerimaan 20% Non OAP dan 80% OAP Bupati Yakobus Dumupa membenarkan hal itu dikarenakan ada protes penolakan bersama seluruh pemerintahan kabupaten dan Pemerintah Provinsi Papua yang sempat sebelumnya oleh Pemerintah Pusat dilakukan penerimaan CPNS dengan kategori umum tanpa membagi persen antara Orang asli Papua dan Non OAP.
Namun kata Bupati setelah diprotes di Jakarta, oleh pemerintah pusat mengijinkan untuk membagi persen.
Untuk menanggapi pertanyaan perbandingan dengan kabupaten Paniai terkait mengapa disana OAP lulus 100% Bupati menyatakan waktu sebelum perekrutan di Paniai protes untuk dijadikan 100% tetapi di Dogiyai tidak ada orang protes untuk semua OAP.
Terkait mengapa ada pergeseran kuota untuk Non OAP (melebihi 20%) bupati menyerahkan kepada instansi teknis [BKD] untuk memberikan penjelasanMelkias Boma Administrator seleksi penerimaan CPNS formasi tahun 2018 berupaya menjelaskan teknis perekrutan mengapa ada pergeseran presentasi kuota non OAP namun penjelasan tersebut tidak memuaskan masa dan berakhir ricuh, masa yang tidak terima melempar batu lalu kemudian sempat ricuh akibatnya sebagian kaca di beberapa kantor dihancurkan dan Agustinus Kogaa Cleaning service di Kantor Dukcapil Dogiyai mengalami luka pada dahi akibat lembaran batu sementara korban lain hingga diturunkan berita ini Kami belum mengetahui secara pasti, mohon maaf atas hal ini.
Untuk membubarkan masa aparat membuang gas air mata ke arah masa pendemo.
Yohanes Degei, Koordinator masa aksi seusai kericuhan terjadi sambil memulangkan masa menyatakan untuk membahas kasus ini dalam waktu dekat DPR akan memfasilitasi masa pendemo dengan pemerintah untuk membicarakan lebih dalam secara internal. (don/ist)
Bagikan artikel ini



