Proses Belajar Mengajar di SMP Anak Panah di 2025 Aktif
NABIRE - Proses belajar mengajar di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Anak Panah, Jalan Christina Martha Tiahahu Kalibobo, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, berjalan aktif. Hal ini terlihat Rabu (15/01/2025), pukul 10.00 WIT, ketika siswa-siswi sedang aktifitas belajar di masing-masing kelas, mulai dari kelas VII hingga IX.

NABIRE - Proses belajar mengajar di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Anak Panah, Jalan Christina Martha Tiahahu Kalibobo, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, berjalan aktif. Hal ini terlihat Rabu (15/01/2025), pukul 10.00 WIT, ketika siswa-siswi sedang aktifitas belajar di masing-masing kelas, mulai dari kelas VII hingga IX.
Beberapa guru nampak di setiap kelas mengajar dengan santai bersama siswa-siswi, mulai mengajar matematika, agama dan juga sejarah, semua berjalan dengan baik. Adapun pelajaran ekstrakurikuler seperti bermain musik, basket dan bola seperti yang dijelaskan oleh Kepala Sekolah Anak Panah, Budi Santoso, S.Sos, bahwa aktifitas belajar mengajar selalu aktif di sekolah, mulai dari ekstrakurikuler bola, basket, musik dan ekstrakurikuler lainnya.
Lanjutnya, dimana kegiatan seperti non akademik, ekstrakurikuler itu suatu kegiatan yang mewadahi kompetensi siswa guna dikembangkan, sesuai dengan bakatnya. “Katakanlah di olahraga ya dia kembangkan di olahraga, kalau punya bakat di kesenian ya dia di kesenian, nah di SMP Kristen Anak Panah itu ada beberapa ekstrakurikuler yang kami adakan di sekolah ini dan memfasilitasi anak didik kami yang ingin mengembangkan potensinya,” ungkapnya.

Budi menambahkan, pihaknya yakin dan percaya, dengan ekstrakurikuler dapat melatih diri, bukan juga kompetensi saja, tapi juga bangun karakter siswa. Bagaimana dia bertanggung jawab, memiliki jiwa kepemimpinan nantinya dan kemudian hari itu akan berguna bagi mereka.
“Perlu saya sampaikan bahwa kegiatan ekstrakurikuler meliputi dari olahraga, walaupun sekolah kami tidak mempunyai lapangan dan kalau ekskul itu biasa kita meminjam lapangan di Bumi Wonorejo dan tempat lain buat latihan,” ucapnya.
Dalam hal ini proses belajar tetap utama dan wajib bagi siswa-siswi, namun juga dengan pengembangan ekstrakurikuler bisa menjadi pengembangan bagi siswa-siswi untuk lebih menggalih keterampilan masing-masing agar bisa menjadi siswa-siswi yang lebih baik dan berprestasi.
Hasil dari kunjungan PapuaposTV, belajar mengajar guru bersama murid saling berinteraksi dengan baik dan beberapa kelas menampilkan kegiatan belajar tanya jawab langsung dengan guru-gurunya, murid-murid yang belajar terlihat bagus, disiplin dan murid pada guru juga sangat baik. Beberapa siswa-siswi menunjukkan hasil dari belajarnya.(feb)
Bagikan artikel ini



