Progres Pencairan Dana Tahap Kedua 2025: Kampung Lagari Jaya Tuntaskan Program Fisik

NABIRE - Pemerintah Kampung Lagari Jaya (SP2) melaporkan perkembangan positif terkait realisasi program pembangunan tahun anggaran 2025. Memasuki proses pencairan dana tahap kedua, hampir seluruh program kerja yang direncanakan telah rampung dikerjakan oleh pemerintah kampung bersama masyarakat setempat.
Kepala Kampung Lagari Jaya, Abdul Ghofur, menyatakan salah satu proyek terakhir yang berhasil diselesaikan adalah pembangunan pagar balai kampung. “Hampir semua program di SP2 sudah selesai, yang paling akhir kemarin itu pembuatan pagar balai kampung karena kita sempat menunggu pengerjaan teralisnya,” ujar Abdul Ghofur saat ditemui di Kantor DPMK Kabupaten Nabire, Selasa (28/04/2026).
Menurutnya, pengerjaan pagar tersebut sebenarnya berjalan beriringan dengan pembangunan pilar dan pengecatan, namun memerlukan waktu tambahan untuk penyelesaian detail besi teralis. “Begitu pilar sudah jadi dan dicat, kita tinggal tunggu teralis itu, dan Alhamdulillah sekarang sudah terselesaikan semuanya tanpa ada hambatan berarti,” imbuhnya dengan nada optimis.
Mengenai kendala administratif maupun lapangan dalam proses pencairan tahap kedua ini, Abdul Ghofur menegaskan Lagari Jaya sejauh ini berada dalam kondisi yang stabil dan tertib administrasi. “Kalau kendala, saya kira di Lagari ini tidak ada. Kami mengikuti semua tahapan dengan saksama sesuai arahan Tenaga Ahli (TA) dan pendampingan dari dinas terkait,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan dana desa agar masyarakat tetap percaya dan terlibat aktif dalam pembangunan. “Apa yang kami sampaikan harus betul-betul terbuka dengan masyarakat, itu memang prinsip yang kami laksanakan di kampung agar semua berjalan maksimal sesuai hasil Musrembang,” tegasnya.
Menatap langkah ke depan, pemerintah kampung kini fokus pada usulan normalisasi Kali Watea guna mendukung ketahanan pangan setelah sebelumnya terkendala masalah teknis.
“Target saya ke depan adalah pelebaran Kali Watia karena itu tumpuan air dari berbagai wilayah. Kemarin banyak tanaman warga seperti padi dan semangka yang tenggelam, semoga usulan kami ke kementerian segera dijawab,” pungkasnya. (sam)
Bagikan artikel ini



