NABIRE - Kepala Sekolah SD YPPGI Maranatha Nabire bersama tiga orang guru kelas awal menuturkan bahwa program literasi baca tulis yang diproramkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendijbudristek) RI bersama UNICEF bagi 15 SD di Nabire, dapat dipastikan akan melahirkan generasi emas pada usia 100 tahun kemerdekaan Indonesia atau lebih tepatnya 45 tahun mendatang. Sehingga pihak sekolah SD YPPGI Maranatha Nabire yang berlamat di seputar Kelurahan Karang Tumaritis mengharapkan program literasi baca tulis bagi 15 sekolah di Kabupaten Nabire tetap dilanjutkan.

Karena menurut Kepala Sekolah SD YPPGI Maranatha Karang Tumaritis Nabire, Doli Degey, S.Pd.SD bersama salah seorang guru, Yonice Degey, S.Pd, selaku guru kelas III mengatakan, hasil dari Program Organisasi Penggerak (POP) literasi baca tulis bersama 9 komponen telah teruji hasilnya selama 3 tahun lalu.

Dan selama kurun waktu tiga tahun lalu dengan berjalannya program literasi baca tulis, para murid kelas awal di SD YPPGI Maranatha Nabire bukan saja lancar membaca buku-buku paket sekolah di taman baca kelas masing–masing, tetapi juga lancar membaca Al Kitab.

Untuk itu selaku guru kelas awal di kelas III SD YPPGI Maranatha, Yonice Degey, S.Pd dalam keseharian menjalankan tugas mendidik dan mengajar menilai program literasi baca tulis, telah terbukti anak murid bukan saja lancar menbaca, tetapi juga lancar menulis dan menghitung.

Sehingga Kepala Sekolah SD YPPGI Maranatha Karang Tumaritis Nabire, Doli Degey, S.Pd.SD meminta agar program literasi baca tulis untuk Kabupaten Nabire harus dilanjutkan. Dan tidak hanya bagi 15 SD, tetapi ke semua sekolah SD yang ada di Kabupaten Nabire.

“Selaku kepala sekolah bersama tiga orang guru kelas awal serta seluruh dewan guru berharap program literasi baca tulis berlanjut, karena telah terbukti hasilnya dan besar manfaatnya. Kini anak murid bisa menggabungkan huruf, jika dibandingkan sebelum ada progam POP,” tutur Doli Degey meyakinkan.

Sementara itu di tempat yang sama, guru Maria Goreta Ghunu, S.Pd selaku fasilitator program literasi juga menambahkan, untuk program literasi baca tulis di 15 SD yang ada di Kabupaten Nabire selama 3 tahu ini telah terlihat hasilnya.

Dirinya selaku fasilitator dari program literasi baca tulis ini, bukan saja tinggal diam dan mendapatkan laporan dari masing-masing sekolah. Tetapi turun langsung dan melihat hasilnya di 15 SD. Sehingga diharapkan program literasi ini harus berlanjut, sebab dapat menbantu anak dari tidak bisa menbaca menjadi bisa membaca, menulis dan menghitung. (des)