NABIRE - Akhirnya, Kamis (21/12) pukul 09.00 WIT Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo meresmikan Badan Layanan Umum (BLU) Daerah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nabire yang ditandai dengan penandatanganan Prasasti. Kedatangan Presiden Indonesia ketujuh di RSUD Nabire disambut langsung Menteri Kesehatan Republik Indonesia Prof. Dr, dr. Nila Djuwita F. Moeloek, SPM (K), Gubernur Papua Lukas Enembe, S.IP.,MH dan Bupati Kabupaten Nabire Isaias Douw, S.Sos.,MAP.    Presiden Republik Indonesia saat diwawancarai usai penandatanganan prasasti BLU RSUD Nabire kepada wartawan mengatakan, Rumah Sakit Nabire yang telah diresmikan ini akan menjadi salah satu rumah sakit rujukan di wilayah Papua Tengah. Dimana, dengan adanya RSUD Nabire yang secara tidak langsung akan naik status menjadi Rumah Sakit Tipe B, maka diharapkan pelayanan kesehatan di Kabupaten Nabire dan di wilayah tengah Papua akan berjalan maksimal sesuai harapan masyarakat. “Rumah sakit ini akan naik status menjadi Tipe B dan akan melayani masyarakat yang berada di kabupaten-kabupaten sekitar di wilayah tengah Papua. Diharapkan juga masyarakat dapat menikmati pelayanan di rumah sakit Nabire, rumah sakit ini adalah kerjasama Provinsi Papua, Kabupaten Nabire dan Kementerian Kesehatan untuk bersama-sama membangun Indonesia mulai dari Papua,” ungkapnya. Kata Presiden, untuk tahun anggaran 2018 Kementerian Kesehatan juga telah menyiapkan dana  sebesar 48 Milyar, dan dari Provinsi Papua sekitar 22 Milyar, kemudian tambahan dari Pemerintah Kabupaten Nabire sendiri untuk melengkapi sejumlah fasilitas maupun peralatan medis yang belum ada. Sehingga, diharapakan dengan adanya kerjasama yang baik antara pusat, provinsi dan daerah ini dapat memaksimalkan pelayanan kesehatan di Kabupaten Nabire khususnya dan di Papua pada umumnya. “Ya dana-dana yang tadi disebutkan itu untuk menyiapkan kesiapan rumah sakit itu sendiri, mulai dari dokter, perawatnya dan alat-alatnya, karena semakin naik tipe rumah sakit, semua fasilitas dan ketersediaan SDM juga harus semakin baik untuk melayani masyarakat, dan tentunya rumah sakit juga harus memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, terutama kepada warga masyarakat yang kurang mampu, ini berlaku untuk semua rumah sakit,”pungkasnya. Setelah meresmikan RSUD Nabire, Presiden Republik Indonesia beserta rombongan langsung menuju Pelabuhan Laut Nabire untuk melihat secara dekat kondisi Pelabuhan Laut Nabire dan juga terminal penumpang yang berada di Kampung Samabusa Distrik Teluk Kimi, Kabupaten Nabire, dimana saat ini juga telah masuk dalam tahap finishing. (cad)