DEIYAI - Panitia HUT Kabupaten Deiyai ke-17 tahun 2025, telah mengagendakan sejumlah kegiatan guna memeriahkan dan menyambut peringatan HUT Kabupaten Deiyai.

Salah satu rangkaian kegiatan itu, diantaranya aksi penanaman 10.000, bibit pohon cemara di sejumlah lokasi sebagai titik penanaman bibit pohon di wilayah Deiyai.

Dalam aksi penanaman bibit pohon cemara tersebut, Pengurus Pramuka Kwarcab 2626 Deiyai, dikordinir Ketua Kwarcab Deiyai, Roby Pekei bersama kantor Sekwan dikomandoi, Sekwan Willibrodus Pekei, melakukan penanaman pohon bibit cemara di tiga titik, diantaranya, pertama di pinggir Kali Okomo, Kampung Okomo, dipinggir Kali Yagu, Kampung Yagu dan dipinggir jalan di Kampung Tipakagouda, Deiyai.

Bibit pohon yang ambil di Kampung Onago, Distrik Tigi Barat menggunakan tiga blakos, telah berhasil ditanam sebanyak seribu bibit pohon lebih di tiga kampung tersebut.

Roby Pekei dan Sekwan Deiyai, didampingi Willibrodus Pekei menyampaikan senada, aksi penanaman bibit pohon salah satu Langkah penghijauan kembali dan bagian dari pelestarian kawasan ekologi serta bagian dari pelestarian alam dalam keberlangsungan hidup.

"Kegiatan penanaman bibit pohon yang diprakarsai Panitia HUT Kabupaten Deiyai ini, biarlah menjadi sebuah awal melangkah melestarikan dan menjaga alam dan lingkungan yang hijau. Biarlah menjadi sebuah contoh dan langkah yang terbaik menyadarkan kita jaga, lestarikan lingkungan, hutan lindung dan alam, demi anak cucu ke depan," katanya.

Melalui aksi nyata penanaman pohon ini, dia berharap, kepada organisasi kepemudahan, semua pihak, pemerintah, terutama warga ke depan, dapat bersinergi untuk membangun semangat, melahirkan sebuah gerakan wajib menanam bibit pohon cemara maupun jenis bibit pohon lain.

Dia menambahkan, aksi penanaman bibit pohon salah satu bagian dari visi-misi dalam kepemimpinan Mote-Pigome. Ke depan, menurutnya melalui dinas teknis, dapat berupaya memaksimalkan untuk pelakukan aksi penanaman bibit pohon cemara maupun jenis bibit pohon lain untuk tetap eksis dalam jaga lingkungan hijau dari bahaya kerusakan lingkungan di wilayah Deiyai.(hbb)