Ponpes Nurul Yaqien Gelar Haflah Akhirussanah dan Santunan Yatim, Wujud Syukur dan Kepedulian
NABIRE - Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Yaqien di Nabire pada Minggu (15/06/2025), menggelar Haflah Akhirussanah dan Santunan Yatim sebagai wujud syukur dan kepedulian. Ribuan pasang mata menjadi saksi gelaran akbar Haflah Akhirussanah sekaligus santunan anak yatim piatu yang diselenggarakan di halaman pondok itu.

NABIRE - Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Yaqien di Nabire pada Minggu (15/06/2025), menggelar Haflah Akhirussanah dan Santunan Yatim sebagai wujud syukur dan kepedulian. Ribuan pasang mata menjadi saksi gelaran akbar Haflah Akhirussanah sekaligus santunan anak yatim piatu yang diselenggarakan di halaman pondok itu.
Acara ini menjadi penanda berakhirnya tahun ajaran 2024-2025, sekaligus wujud kepedulian Ponpes Nurul Yaqien terhadap sesama.
Dalam laporan panitia yang penuh semangat, Ustadz Sutanto, selaku Ketua Panitia, mengawali sambutannya dengan melontarkan ucapan terima kasih yang tulus dan mendalam. Ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah bahu-membahu menyukseskan acara haflah akhirussanah tahun ini.
"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang telah membantu kelancaran pelaksanaan haflah akhirussanah pada tahun ini," ujar Ustadz Sutanto, merujuk pada seksi-seksi yang telah terbentuk, para donatur yang telah menyumbangkan rezeki dan hartanya serta bapak, ibu dan seluruh panitia yang telah rela berkorban dengan ikhlas, baik pikiran maupun tenaga demi kelancaran kegiatan.

Ustadz Sutanto tidak lupa menyampaikan doa terbaik bagi seluruh pihak yang telah berkontribusi. "Mudah-mudahan apa yang menjadikan jerih payah, apa yang menjadikan sumbangan, apa yang menjadikan sumbangsih sebagai kontribusi dalam pelaksanaan haflah akhirussanah ini, bapak, ibu semuanya diberikan kesehatan, diberikan perlindungan, diberikan kelancaran usaha ataupun keberkahan rezekinya. Aamiin," doanya diamini oleh para hadirin.
Lebih lanjut, Ustadz Sutanto membeberkan rincian pendanaan yang berhasil dihimpun untuk menyokong dua kegiatan utama, yakni operasional dan santunan anak yatim. Dengan nada syukur, ia mengumumkan bahwa penggalangan dana untuk kegiatan operasional mencapai Rp52.400.000.
Sementara itu, untuk pendanaan santunan anak yatim, dana yang terkumpul sungguh menggembirakan, mencapai Rp51.134.000. "Sekali lagi, mudah-mudahan apa yang diberikan rezeki dan harta dari para bapak, ibu sekalian yang telah disumbangkan, yang telah disedekahkan untuk kegiatan ini, Allah berkahi," tambah Ustadz Sutanto, mengakhiri laporannya dengan penuh rasa syukur.
Setelah laporan panitia, giliran Ketua Yayasan Ponpes Nurul Yaqien, H. Mohammad Iskandar, SP.,MIP, memberikan sambutan. Dirinya menyampaikan rasa syukurnya atas kehadiran para hadirin dalam acara penting ini.
"Kita bisa hadir di haflah akhirussanah dan santunan anak yatim piatu di Ponpes dan Asrama Perguruan Nurul Yaqien yang berada di bawah naungan Yayasan Al-Madinah," ujarnya, menegaskan bahwa acara ini senantiasa diharapkan dapat memberikan manfaat bagi semua.

Mohammad Iskandar juga menjelaskan bahwa haflah akhirussanah dan santunan yatim piatu merupakan salah satu program rutin yang diperingati setiap tahun. "Haflah akhirussanah adalah peringatan yang menunjukkan bahwa proses kegiatan belajar mengajar di Yayasan Al-Madinah, khususnya para santri di Ponpes Nurul Yaqien ini, masa berakhirnya akhir tahun ajaran 2024-2025 dan kemudian memasuki lagi tahun ajaran 2025-2026," paparnya.
Sebagai Pimpinan Yayasan Al-Madinah yang telah berdiri hampir seperempat abad, atau sekitar 21 tahun, Mohammad Iskandar mengungkapkan rasa terima kasih yang tak terhingga.
"Kami atas nama Yayasan Al-Madinah kepada bapak, ibu sekalian, khususnya para santri dan para wali murid, juga pada bapak, ibu guru, para ustadz dan ustadzah yang telah berperan aktif membantu kami menyelenggarakan pendidikan umum maupun pendidikan agama, kami atas nama yayasan tentu menghaturkan banyak terima kasih yang sebesar-besarnya," ucapnya tulus.
Meski demikian, Mohammad Iskandar juga menyampaikan permohonan maaf atas nama yayasan. "Kami yayasan belum bisa memberikan yang terbaik sesuai harapan kita, mungkin gajinya belum cukup, kesejahteraannya masih terbatas dan kualitas pendidikannya belum memadai. Untuk itu kami atas nama yayasan meminta maaf yang sebesar-besarnya," tuturnya merendah.
Puncak acara yang paling menyentuh hati adalah prosesi santunan kepada 40 anak yatim. Raut bahagia terpancar dari wajah-wajah polos mereka, menerima uluran tangan kasih dari para donatur dan pihak Ponpes.
Acara ditutup dengan doa yang syahdu dan penuh berkah, dipimpin KH. Rohimin, memohon kebaikan dan keberkahan bagi seluruh hadirin dan Ponpes Nurul Yaqien ke depannya.(sam)
Bagikan artikel ini



