Polwan Harus Sejajar dengan Polki
Jayapura - Menjelang Hari Ulang Tahun Polisi Wanita ke 66 tahun yang jatuh pada 1 September, Ibu Asuh Polwan Polda Papua, Ny. Sri Yonce Mende menggelar tatap muka dengan seluruh Polwan di Polda Papua, PNS Perempuan, serta anggota Bhayangkari di ruang Rastasamara Polda Papua
Bagikan
Jayapura - Menjelang Hari Ulang Tahun Polisi Wanita ke 66 tahun yang jatuh pada 1 September, Ibu Asuh Polwan Polda Papua, Ny. Sri Yonce Mende menggelar tatap muka dengan seluruh Polwan di Polda Papua, PNS Perempuan, serta anggota Bhayangkari di ruang Rastasamara Polda Papua, Kamis (28/8).
Dalam pertemuan itu, salah satu Polwan Senior Polda Papua, AKBP AP. Deda sangat beharap agar Polwan lebih profesional untuk tidak membedakan antara antar sesama. Sebab, lanjutnya, Polwan harus berjajar dengan polisi pria, baik operasional maupun dalam bidang administrasi.
“Kami harapkan peningkatan kinerja dari Polwan dan harus bisa menunjukkan eksistensinya terutama dengan tugas-tugas pembinaan dengan terjun ke masyarakat,” kata Deda, satu putri asli Papua yang kini mendudukan jabatan penting di Biro SDM Polda Papua.
Menurut Deda, dilingkup Polda Papua, Polwan sudah diakomodir dan dipercaya oleh pimpinan Polri untuk memegang beberapa jabatan perasional maupun memimpin di satuan-satuan seperti Kapolres di Biak Numfor, Kapolsek Manokwari Kota, dan Kapolsek Bandara Sentani.
Bahkan, sambungnya, ada juga beberapa jabatan di Polda yang dipegang oleh Polwan. Hal ini, menurutnya, merupakan penghargaan bagi Polwan agar Polwan juga bisa bertanggung jawab dan bekerja lebih lagi.
Sementara itu, Ny. Sri Yonce Mende yang juga Ketua Bhayangkari Daerah Papua menegaskan bahwa peluang polisi wanita untuk maju dan berkembang masih terbuka lebar, sehingga Polwan tidak diperbolehkan berlindung dibalik kodrat kewanitaannya.
“Jangan pernah berlindung dibalik kelemahan kodrat kewanitaan karena peluang Polwan cukup besar dan terbuka untuk maju bersama polisi pria sesuai dengan perkembangan saat ini,”ungkapnya dihadapan seluruh Polwan.
Polisi Wanita di jajaran Polda Papua, sebutnya, harus menjadi polisi yang professional, dicintai keluarga dan masyarakat. Maka itu, keberadaan Ibu Asuh Polwan, lanjut Ny. Sri, sangat terkait dengan dengan keunikan kodrat Polwan sebagai kaum perempuan.
“Salah satu contoh adalah kepekaan hati dan kelemah lembutan yangmelekat dalam diri seorang perempuan. Guna meningkatan pembentukan citra polisi yang manusiawi dan anti kekerasan sebagaimana yang diidam-idamkan masyarakat,”lanjutnya.
Ia menyatakan, bahwa saat ini tidak ada lagi persaiangan hanya dengan bermodalkan belas kasih atau keberuntungan belaka, akan tetapi Polwan dituntut untuk lebih mengdepankan profesionalisme di bidang-bidang tugas yang dipercayakang kepada masing-masing sesuai dengan fungsi yang diemban.
“Polwan juga harus memahami etika kepolisian dan bisa menghindar, maupun mencegah dari pergaulan yang bisa merusak nama baik institusi dan pribadi. Bimbingan dan kerjasama yang telah diberikan kiranya mampu menunjukan eksistensinya dan tampil sejajar dengan polisi pria,”tegas dia.
Bagikan artikel ini



