Polres Nabire Redam Perselisihan Antar warga, Akses Jalan Kembali Dibuka
“Akses jalan sudah terbuka dan kami terus berkomunikasi dengan kedua kelompok. Kami memprioritaskan kelancaran aktivitas belajar mengajar agar para siswa dapat pulang ke rumah dengan aman dan lancar,” ujar Kompol Henri Alfredo Korwa.

NABIRE : Kepolisian Resor (Polres) Nabire bergerak cepat meredam perselisihan antara dua kelompok masyarakat yang sempat mengganggu akses jalan di wilayah Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah. Personel kepolisian telah disiagakan di tempat kejadian perkara (TKP) untuk memisahkan kedua belah pihak dan menjaga situasi keamanan tetap kondusif, Sabtu (17/10/2026).
Wakapolres Nabire, Kompol Henri Alfredo Korwa, mengatakan bahwa akses jalan yang sebelumnya sempat terganggu kini telah dibuka kembali. Polisi juga terus melakukan komunikasi dengan kedua kelompok guna mencegah perselisihan meluas dan memastikan situasi tetap terkendali.
“Akses jalan sudah terbuka dan kami terus berkomunikasi dengan kedua kelompok. Kami memprioritaskan kelancaran aktivitas belajar mengajar agar para siswa dapat pulang ke rumah dengan aman dan lancar,” ujar Kompol Henri Alfredo Korwa.
Ia menjelaskan, perselisihan tersebut diduga dipicu oleh miskomunikasi antarwarga terkait pembuangan sampah rumah tangga di halaman milik warga. Persoalan yang bermula pada malam hari itu berlanjut hingga keesokan harinya.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, pihak kepolisian bersama tokoh masyarakat setempat telah menggelar pertemuan untuk memediasi kedua belah pihak. Setelah mediasi, tim gabungan kemudian mendatangi lokasi kejadian untuk menyampaikan hasil kesepakatan damai kepada masing-masing kelompok.
Terkait informasi mengenai kemungkinan adanya korban luka serta identitas kelompok yang terlibat, Polres Nabire masih melakukan pendataan dan pendalaman lebih lanjut di lapangan.
Polres Nabire menegaskan bahwa personel kepolisian telah disiagakan sejak pagi hari di lokasi kejadian. Pengamanan akan terus dilakukan hingga situasi benar-benar aman dan kondusif.
Wakapolres juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh kabar yang belum jelas kebenarannya, terutama informasi yang beredar di media sosial maupun melalui pesan berantai.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mendengarkan atau mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya. Informasi resmi yang akurat akan terus kami sampaikan. Mari kita bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di Nabire,” tutupnya.
Polres Nabire berharap seluruh pihak dapat menahan diri, mengedepankan komunikasi, serta menyelesaikan setiap persoalan melalui dialog dan musyawarah agar situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga.(Luk)
Bagikan artikel ini



