NABIRE – Polres Nabire terus berupaya menciptakan saya aman dan nyaman bagi warga daerah ini. Salah satunya adalah melakukan rasia bagi kendaraan bermotor, baik roda dua maupun empat termasuk sajam beberapa malam belakangan di berbagai titik di dalam kota. Salah satu tokoh pemuda, Gunawan Inggeruhi meminta, masyarakat di daerah ini tidak menanggapi berlebihan dengan adanya sweeping yang dilakukan pihak keamanan. "Saya mendukung upaya kenyamanan yang dilakukan pihak kepolisian," ujar Inggeruhi di Nabire, Selasa (15/10). Namun kata Inggeruhi, kalau bisa warga harus diberitahuan jangan sampai panik. tapi upaya cipta kondisi seperti itu menang harus dilakukan.  Pasalnya,  di Nabire sering ada kejadian orang meninggal karena di bunuh dan pelaku adalah warga yang sering membawa senjata tajam di malam hari. Ia menilai, sweeping atau rasia seperti ini harus terus dilakukan. Sebab jika warga membawa sajam di malam hari patut dipertanyakan.  Beda jika siang membawa sajam pasti mereka ke kebun. "Jadi ini bagus.  Karena sering ada kejadian, karena patut kita pertanyakan orang bawah sajam di malam hari jadi wajib diamankan, kalau siang pasti dia ke kebun," katanya. Untuk itu, Gunawan Inggeruhi meminta kepada warga Kabupaten Nabire agar tidak merespon berlebihan persoalan rasia ini.  Sebab menurutnya,  situasi memang diharuskan demikian. Seringkali ada kejadian orang di bunuh malam hari dengan sajam. Ia bilang, dirinya juga merasakan rasia. Pasalnya, dua malam berturut-turut ia terjaring rasia dan saat itu tidak menggunakan helm. Lalu polisi hanya mengingatkan untuk menggunakan helm sebab tujuannya adalah sajam. "Ini kan ada beberapa kekadian.  Ojek di bunuh dan sebagainya. Jadi saya harap kita jangan berlebihan tanggapi. Saya juga alami rasia ini dan tidak apa-apa. Saya diingatkan untuk pakai helm," imbuhnya. Sebelumnya, Kabag Ops Polres Nabire AKP Samuel D. Tatiratu, SIK mengatakan, rasia ini bisa dua atau tiga kali berturut  turut bahkan sewaktu  waktu dengan melihat situasi dan bila tidak ada perubahan maka perlu di cari langkah apa yang akan di lakukan. Dan tentunya menyesuaikan situasi di lapangan. Menurut Tatiratu, pihaknya ingin mencipkatan kenyamanan bagi warga Nabire. Sehingga, rasia dilakukan sewaktu waktu dengan menilai situasi kecelakaan lalu lintas (lalin) dan pelanggaran yang terjadi serta tingkat kriminalitas yang banyak terjadi di malam hari. "Maka, petunjuk dari pimpinan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dengan salah satunya melakukan pemeriksaan kendaraan bermotor, ujar Tatiratu didampingi wakapolres Nabire. Jumat (11/10/2019). Ia menjelaskan, pemeriksaan yang dilakukan menyangkut beberapa hal terkait kriminalitas seperti miniman lokal (milo) sebagai penyebab utama ketikah sudah mabuk. Juga seperti peralatan-peralatan yang digunakan untuk pencurian kendaraan bermotor. “sedangkan untuk pelanggaran lalu lintas (lalin) tetap akan di periksa, termasuk dihimbau dan diarahkan. Juga senjata tajam (sajam) dan dan benda lain yang berujung ke kriminalitas,jelasnya. Untuk mengurangi kecelakaan lalin, kata Tatiratu, salah satu tugas pokok kepolisian adalah penegakan hukum. Penegakan hukum seperti penilangan jika berkaitan dengan lalin. Namun langkah awal melalui  prehentif, prefentif dan terakhir refresip dalam hal terakhir adalah penegakkan hukum. "Jadi, untuk rasia beberapa malam ini personil yang diterjunkan hanya dari intern polres Nabire dan dibantu bantuan BKO brimob nusantara," katanya. Lanjutnya, tindakan prehentif sering dilakukan bahkan berulang kali. mulai dari arahan, himbauwan serta sosialisasi ke sekolah  sekolah. Sementara untuk penegakan sering dilakukan dengan peneguran di lapangan, bahkan sering memasang spanduk yang berisi sanksi dan denda bagi mereka yang melakukan pelanggaran. Namun menurut Samuel, kembali kepada pengendara. Jika kesadarannya belum timbul dari dalam diri sendiri, maka walaupun beratnya sanksi yang di berikan kepada pelanggar tetap saja tanpa kesadaran akan terulang pelanggarannya. Ia bilang, kesadaran untuk perubahan perilaku tertib lalin berawal dari dalam diri pribadi. Maka, kalau dikatakan masih kurang tertib berlalu lintas, memang kita lihat dari sebagian masyarakat ada juga yang tertib, ada juga sebagian belum tertib. kita tidak bisa sama ratakan bahwa masyarakat kabupaten Nabire tidak  tertib, tidak. hanya sebagian dan hal itu yang terkadang dengan ketidaksadarannya dan berujung pada kecelakaan. jadi tidak tertutup kemungkinan kapan saja bisa rasia, namun harus dilihat lagi dari kegiatan rasia apakah berdampak baik ataukah mundur," terangnya. (pas)