Polisi Tangani Kebakaran di Kompleks Kelapa Dua
NABIRE - Telah terjadi kebakaran hebat di Kelapa Dua Kalibobo Nabire, kompleks rumah sewa (kos-kosan) Selasa (24/10/2023), sekitar pukul 04.00 WIT. Tidak korban jiwa dalam kejadian ini, dan telah ditangani pihak Kepolisian Resor Nabire.

NABIRE - Telah terjadi kebakaran hebat di Kelapa Dua Kalibobo Nabire, kompleks rumah sewa (kos-kosan) Selasa (24/10/2023), sekitar pukul 04.00 WIT. Tidak korban jiwa dalam kejadian ini, dan telah ditangani pihak Kepolisian Resor Nabire.
Melalui Kasat Reskrim Polres Nabire, AKP AKP Bertu Haridyka Eka Anwar, S.T.K, S.IK, mewakili Kapolres kepada media membenarkan hal tersebut.
"Tadi pagi kami dari Satuan Reserse Kriminal telah mendatangi tempat kejadian perkara dan melaksanakan langkah-langkah kepolisian," jelas mantan Kasat Reskrim Polres Mimika ini.
Lanjutnya, ada empat orang saksi yang kita mintai keterangan, masing-masing saksi 1 Zaenal, anggota Polri (39), saksi 2 Rizky (36), saksi 3 Ahmad (39) swasta dan saksi 4 Ansar 40 tahun warga Kelapa Dua Kalibobo.
Untuk kronologi kejadian, terang Kasat Reskrim, menyebutkan sekitar pukul 03.45 WIT, saksi 1 dan 2 sementara melaksanakan tugas piket ronda di kompleks Kelapa Sua Kalibobo.
Selanjutnya saksi mendengar suara ledakan serta suara tiang listrik yang dipukul. Kemudian saksi mengecek sumber suara tersebut, ternyata saksi melihat kalau api sudah menyala di sebuah kios sekaligus tempat tinggal milik saksi 3 dan 4.
Menurut keterangan saksi 3, bahwa pada saat itu ia bangun tidur dan melihat api sudah menyala dari belakang kulkas miliknya. Sehingga ia kaget dan segera keluar dari dalam rumah. Dikarenakan api semakin membesar, sehingga saksi dibantu warga memadamkan api
Sekitar pukul 05.45 WIT, api berhasil dipadamkan. Tandas AKP Bertu Anwar, untuk kegiatan materiil belum diketahui secara pasti. Korban jiwa nihil.
Diduga api berasal dari korsleting terminal cok kulkas, sehingga terjadi kebakan pada kulkas milik saksi 3 dan merambat ke seluruh rumah.
Imbuh Kasat Reskrim Polres Nabire, banyaknya material bangunan yang terbuat dari kayu dan mudah terbakar, serta lokasi rumah/kost yang saling berhimpitan, dengan angin yang bertiup membuat api dengan cepat membesar dan merambat, sehingga membakar rumah rumah dan kost di sekitar TKP awal.
"Belum dapat diperkirakan berapa jumlah petakan kost serta rumah yang terbakar," akhir AKP Bertu.(wan)
Bagikan artikel ini



