Polisi Rilis Hasil Atopsi Dokter Spesialis Paru
NABIRE - Pihak Kepolisian Resor Nabire, Selasa sore (28/03/2023) telah merilis hasil pemeriksaan medis (Atopsi) atas kematian Dokter Spesialis Paru, dr Mawartih Susanty, Sp.P, yang dikeluarkan pada 27 Maret 2023 kemarin.

NABIRE - Pihak Kepolisian Resor Nabire, Selasa sore (28/03/2023) telah merilis hasil pemeriksaan medis (Atopsi) atas kematian Dokter Spesialis Paru, dr Mawartih Susanty, Sp.P, yang dikeluarkan pada 27 Maret 2023 kemarin.
Pada kesempatan itu, Kapolres Nabire AKBP I Ketut Suarnaya, S.IK, SH, mengemukakan, almarhum MS mengalami beberapa luka dalam (patah tulang) akibat benda tumpul dan luka luar sesuai hasil yang dikeluarkan oleh tim dokter dari Sulawesi Selatan tersebut.
Dikatakan Ketut Suarnaya didampingi Wakapolres Nabire, Kompol I Wayan Laba, SH.,MH, terkait riwayat penyakit korban sejauh ini tidak ditemukan atau bahasa lain rekam penyakit almarhuma baik-baiknya.
Namun sejuah ini, lanjut Kapolres Nabire, penyebab kembali korban belum dapat dipastikan dan masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.
Guna mengungkap penyebab kematian hingga membuat terang kasus kematian dokter spesialis paru di Nabire yang menyita banyak perhatian publik hingga Kementerian Kesehatan RI dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ini, polisi telah memeriksa sebanyak 68 saksi.
Dari keseluruhan saksi yang diperiksa tersebut, tambah Kapolres Nabire belum ada yang mengarah ke dugaan terlibat dalam kasus ini.
"Ini masih terus didalami. Menyangkut dugaan atau menetapkan tersangka belum ada alat bukti yang kuat. Ketika ada yang mengaku pelaku itupun tidak semerta-merta dijadikan tersangka bila tidak adanya 2 alat bukti kuat penyertaannya," jelas Ketut.
Menjawab pertanyaan awak media terkait unsur lain penyebab kematian almarhum, apakah ada kaitannya dengan kasus kriminal seperti pencurian, dendam atau pemerkosaan atau bahkan terkait cemburu asmara dan percintaan, Kapolres Nabire menegaskan, hingga kini belum ada yang ditetapkan tersangka bahkan terduga.
Baik para saksi yang telah diperiksa, tandas Ketut, belum ada yang mengarah kesana. Kami sangat hati-hati dalam melakukan pemeriksaan dan pengembangan penyidikan. Semua akan jelas termasuk motif atau penyebab kematian almarhum MS nantinya.
"Kami pihak kepolisian terus melakukan pendalam. Hasil atopsi yang baru keluar per 27 Maret 2023 kemarin kita akan padukan dengan hasil olah TKP, pemeriksaan saksi dan lainnya guna mengungkap kematian korban. Semoga segera mungkin kita dapat mengungkapnya," pungkas Kapolres I Ketut Suarnaya.(wan)
Bagikan artikel ini



