Polisi dan Komplotan Diduga OPM Saling Tembak di Sanoba, Kamis Pagi
NABIRE - Aparat gabungan Kepolisian Daerah (Polda) Papua dan Kepolisian Resor (Polres) Nabire, pada hari Kamis (30/4) pagi kemarin, terlibat baku tembak dengan sekelompok orang yang diduga anggota Tentara Pembebasan Nasional/Organisasi Papua Merdeka (TPN/OPM) di ruas Jalan
Bagikan
NABIRE - Aparat gabungan Kepolisian Daerah (Polda) Papua dan Kepolisian Resor (Polres) Nabire, pada hari Kamis (30/4) pagi kemarin, terlibat baku tembak dengan sekelompok orang yang diduga anggota Tentara Pembebasan Nasional/Organisasi Papua Merdeka (TPN/OPM) di ruas Jalan Samabusa, Kampung Sanoba Distrik Nabire Kota.
Baku tembak tersebut bermula ketika aparat gabungan polisi menghentikan sebuah kendaraan roda 4, Innova bernomor polisi DS 7372 K yang diduga ditumpangi oleh kelompok anggota TPM/OPM wilayah Paniai. Saat itulah, salah seorang penumpang mengeluarkan senjata api laras pendek jenis VN dari mobil dan langsung memberondong aparat gabungan dengan timah panas.Polisi pun membalas tembakan tersebut untuk melindungi diri. Baku tembak berlangsung sesaat. Tiga orang anggota kawanan itu berhasil dilumpuhkan. Dua lainnya meloloskan diri dengan berlari masuk ke hutan, yang hingga berita ini ditulis dikabarkan masih dalam pengejaran pihak aparat.Selanjutnya, seperti informasi yang diterima media ini dari beberapa sumber yang dapat dipercaya, tiga orang yang tertembak kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nabire. Salah satu di antaranya bernama Leo Magai Yogi. Dia merupakan pimpinan TPN/OPM Divisi 2, Makodam Pemka 4 Paniai. Sayang, Leo tidak bisa diselamatkan.Sementara dua orang lainnya, diinformasikan yakni, Marcel Muyapa dan Yulian Nawipa. Mereka masih dalam kondisi kritis. Saat ini, RSUD Nabire dijaga ketat belasan aparat kepolisian.Polisi juga menahan salah seorang warga yang dicurigai sebagai kaki tangan OPM. Sementara, para jurnalis tidak diizinkan oleh polisi untuk mengambil gambar tiga orang anggota OPM yang tertembak.Kejadian baku tembak ini pun menyebabkan warga sekitar tempat kejadian perkara (TKP) berlarian. Mereka takut terkena peluru nyasar. Terkait hal ini, polisi belum memberikan keterangan resmi. Dan informasi terakhir dikabarkan ada dua orang yang diduga anggota TPN/OPM ini diterbangkan ke Jayapura guna pemeriksaan lebih lanjut. (wan/ist)
Bagikan artikel ini



