NABIRE – Polda Papua Tengah menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Rumah Makan Sari Kuring, Nabire, pada Kamis (11/06/2026). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mendukung pelaksanaan Operasi Cinta Damai Noken-2026, dengan mengusung tema ‘Penguatan Sinergi Polri dan Tokoh Adat Papua Tengah dalam Menjaga Kamtibmas yang Aman dan Damai’. 

Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, S.I.K., M.Si., dalam sambutannya menegaskan forum ini merupakan langkah strategis untuk mempererat hubungan antara pihak kepolisian dengan para tokoh masyarakat. Menurutnya, pertemuan ini menjadi wadah krusial untuk menyelaraskan persepsi dalam melayani masyarakat di wilayah Papua Tengah.

Dalam arahannya, Kapolda menjelaskan baik Polri maupun tokoh masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama dalam mengemban amanah. Ia menekankan bahwa jabatan yang ia emban sebagai Kapolda, maupun peran para tokoh sebagai pemimpin organisasi formal dan non-formal, pada dasarnya adalah bentuk pengabdian untuk melayani kepentingan publik.

Lebih lanjut, Brigjen Jermias Rontini mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus meningkatkan kolaborasi dan kerja sama. Ia meyakini bahwa dengan komunikasi yang intensif, berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat dapat diselesaikan secara bertahap, perlahan, namun pasti melalui pencarian solusi bersama.

Terkait tema yang diusung, Kapolda menyoroti keamanan bukanlah tanggung jawab Polri semata, melainkan tanggung jawab seluruh elemen bangsa. Sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat merupakan kunci utama dalam menciptakan situasi wilayah yang kondusif, aman serta jauh dari konflik.

Dalam kerangka Operasi Cinta Damai Noken 2026, Polda Papua Tengah berkomitmen untuk terus mengedepankan pendekatan humanis, dialogis dan personalisasi. Pendekatan ini dilakukan guna membangun kepercayaan publik, mengingat stabilitas keamanan sangat bergantung pada keharmonisan hubungan antara Polri dan masyarakat di lapangan.

FGD ini pun menjadi wadah strategis bagi para tokoh masyarakat untuk bertukar pikiran, menyampaikan aspirasi serta menyelaraskan langkah dalam menghadapi tantangan ke depan. 

Kapolda berharap para tokoh masyarakat dapat memberikan saran dan gagasan konstruktif demi mewujudkan Papua Tengah yang tidak hanya aman dan damai, tetapi juga maju dan sejahtera.

Kapolda Jermias juga mengingatkan keberagaman suku, budaya dan adat istiadat di Papua Tengah adalah kekuatan besar yang harus dijaga. Ia mengajak tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda dan seluruh masyarakat untuk menjadikan perbedaan sebagai modal sosial dalam memperkuat persatuan dan kesatuan, bukan sebagai pemicu perpecahan.

Mengakhiri arahannya, jenderal bintang satu itu menegaskan komitmen Polda Papua Tengah untuk terus hadir di tengah masyarakat dalam memberikan pelayanan, perlindungan serta penegakan hukum yang berkeadilan. 

Ia juga mengajak masyarakat untuk menjadi pelopor perdamaian dan mitra strategis Polri dalam menangkal provokasi maupun berita bohong (hoaks) yang dapat mengganggu keamanan. (amd)