JAYAPURA -  Kepolisian Daerah (Polda) Papua mengklaim penyerangan Pos TNI di Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya dan rombongan TNI dan masyarakat di Sinak, Kabupaten Puncak oleh kelompok sipil bersenjata yang menyebabkan 8 anggota TNI dan 4 warga sipil tewas, sudah direncanakan. ”Kami sangat yakin penyerangan itu sudah direncanakan oleh kelompok sipil bersenjata, seperti halnya penyerangan Polsek Pirime,” tegas Kabid Humas Polda Papua, Kombes (Pol) I Gede Sumerta Jaya, SiK saat ditemui Pasific Post di ruang kerjanya, Minggu (24/2).Guna mengungkap penyerangan ini, I Gede Sumerta Jaya mengakui telah melakukan berbagai langkah.  Termasuk mengirimkan tim investigasi untuk melakukan penyelidikan dan olah TKP penyerangan di Sinak.”Untuk langkah kepolisian sudah diungkap terdahulu dengan membantu evakuasi para korban, kemudian melakukan otopsi terhadap 4 korban tewas dari warga sipil di Dian Harapan Jayapura serta memintai keterangan dari saksi korban, Johanes Joni,” terangnya.Dari hasil langkah-langkah kepolisian tersebut, menurut I Gede Sumerta Jaya, Polda Papua akan melakukan evaluasi guna menetapkan DPO terhadap para pelaku penembakan. ”Mungkin dua hari kedepan bisa dikeluarkan DPO, entah isi DPO siapa,  nanti menunggu hasil tim investigasi dilapangan dan olah tkp serta pemeriksaan saksi hidup,” katanya.Disinggung apakah pihak kepolisian sudah mengetahui jenis senjata para pelaku, mantan Kapolres Jayawijaya ini mengakui pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan mengotopsi para korban tewas.  “Nunggu hasil otopsi korban dulu di RS Dian Harapan oleh dokter setempat bersama dokter RS Bhayangkar, tentunya nanti juga memeriksa proyektil yang bersarang ditubuh korban,” ungkapnya.Soal tiga korban warga sipil yang dikabarkan mengalami luka-luka, I Gede Sumerta Jaya mengakui, pihaknya belum mendapat kabar lebih lanjut. Sedangkan  4 jenazah warga sipil yang tewas, rencananya akan disemayamkan di Gedung Tongkonan Kotaraja dekat RS Bhayangkara.”Saya belum tahu untuk kabar 3 korban lainnya, karena tadi pagi yang dievakuasi Cuma 11 jenazah, termasuk 4 korban tewas warga sipil dan satu warga sipil yang luka-luka. Namun nanti akan saya cek lagi, apakah hanya mengalami luka ringann atau seperti apa,” tukasnya.Sebelumnya, Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI, Christian Zebua mengklaim pelaku penembakan di Tingginambut dan Sinak dilakukan oleh gerombolan sipil bersenjata GPK pimpinan Goliath Tabuni dan Militer Murib.“Goliath Tabuni itu kelompoknya, Militer Murib dan akan berhadapan dengan kita. Ini negara, negara hukum, dia tidak bisa melakukan seenak udelnya untuk melakukan pembunuhan kepada warga Indonesia,” kata Pangdam.Bahkan, Pangdam juga mengkalim, anggotanya yang menjadi korban penembakan tak dibekali dengan senjata saat ini, sebab telah berbaur dengan masyarakat. “Kami tak mau membuat masyarakat takut, sebab saat itu 7 prajurit kami hanya ingin mengambil logistic di Bandara Sinak bersama dengan warga. Tapi gerombolan tersebut membabi buta menembaki prajurit kami,” katanya.Terkait keberadaan para pelaku, Pangdam menegaskan, saat ini anggotanya dibantu dengan kepolisian setempat terus melakukan pengejaran kepada kelompok tersebut dan akan menindak tegas sesuai dengan aturan hukum.”Pasukan-pasukan yang ada di pos, untuk mengamankan diri mereka, mereka melakukan suatu tindakan-tindakan tentunya, pengejaran-pengejaran, tetap ini tertib sipil bukan operasi militer,” tandasnyaSebagaimana diwartakan, 8 anggota TNI tertembak didua tempat berbeda, yakni di Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya dan Sinak, kabupaten Puncak. Dalam peristiwa itu juga menewaskan 4 warga sipil dan mencederai satu Perwira TNI dan 4 warga sipil lainnya.Polda mengklaim ke-8 warga sipil ditembaki saat bersama dengan anggota TNI ke Bandara Sinak. Ke-8 orang itu bekerja di Sinak sebagai tukang bangunan yang sedang mengerjakan proyek Puskesmas Sinak.Ke-4 warga yang tewas yakni, Yohanes Palimbung, luka tembak diselangkangan kiri, Uli kena luka tembak di kepala belakang, Markus Kevin Rendenan kena luka tembak di kepala kiri, dan satu orang identitasnya belum diketahui. Sementara, jenasah dan 4 orang lainnya yang mengalami luka tembak masih dirawat di Puskesmas Sinak. Sedangkan yang mengalami luka-luka, yakni,  Joni, Ronda, Rangka, Santinpala alias Lala.Selamat Jalan PahlawanSelamat jalan Pahlawan, demikian ungkapan yang disampaikan Pangdam XVII/Cendrawasih Brigjen TNI Christian Zebua saat upacara pelepasan jenasah 7 korban tewas akibat keganasan separatis bersenjata di distrik Sinak beberapa waktu lalu. Upacara pelepasan ini berlangsung di Batalyon 751 kemarin.Lebih lanjut dikatakannya, atas nama komando dan pimpinan TNI, selaku Pangdam XVII/Cenderawasih menyampaikan ucapan selamat jalan prajurit-prajurit ksatria pelindung rakyat, jasamu gugur di medan bhakti, kehormatanmu tidak sia-sia untuk membela bangsa dan negara."Kami akan melanjutkan perjuanganmu sampai titik darah yang penghabisan," ujar Pangdam.Kepada keluarga yang ditinggalkan dimanapun berada, atas nama prajurit Kodam XVII/Cenderawasih menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya ke 8 orang ayah atau bapak, suami, anak dan saudara kita semua, mari kita mohonkan kepada Tuhan yg Maha Kuasa agar senantiasa dilimpahkan kekuatan, ketabahan dan kesabaran serta keikhlasan.Pangdam pun berpesan kepada seluruh prajurit ksatria pelindung rakyat, agar tidak surut setapak pun untuk memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat bangsa dan negara khususnya di Papua ini dalam melindungi dan membantu masyarakat ditempat tugas masing-masing. "kita tidak boleh tenggelam dalam duka tetapi justru semakin memperkokoh keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan YME serta menanamkan tekad dan semangat untuk melanjutkan pengabdian dari saudara saudara kita," tegas Panglima.Sebelumnya beberapa hari yang lalu proses evakuasi selalu batal, barulah hari Minggu kemarin evakuasi berhasil.Dua pesawat Helly MI-17V5, masing masing dengan pilot Lettu cpn Angga dan  pilot Kapten cpn Ido tiba di base ops Sentani dengan  membawa jenazah dan korban penembakan di Distrik Sinak Kabupaten Puncak Jaya.Jenazah berjumlah 11 orang yang terdiri dari 7 anggota TNI dan 4 jenazah dari warga sipil.Jenazah 7 orang dari anggota TNI, antara lain, Sertu Ebi Juliana Jab. Bati TUUD KORAMIL 1714-10/ILLU, Sertu Ramadhan Amang  Jab. Danru SMR TON BAN KIPAN A YONIF 753/AVT. Sertu M. udin Jab. Bamin WANMIL KORAMIL 1714-05/MULIA, Sertu Frans Hera, Jab. Bamin BHAKTI TNI KORAMIL 1714-13/ BEOGA, Pratu Mustofa Jab. Ta MUDI WANSI MAYON KIMA YONIF 753/AVT, Praka Jojon Miharja Jab. Tabak SO REGU 3 TON PIMU KIMA YONIF 753/AVT , Praka Wempri Tamahiwu Jab. Ta OPS OPERATOR RU KOBRA TONKOM KIMA YONIF 753/AVT.Sementara itu, jenazah 4 orang warga sipil antara lain, YOHANIS RUR (27)mengalami luka tembak pada tulang rusuk sebelah kiri di bawah ketiak,  YULIUS PALIMBONG (42) mengalami luka tembak pada tulang rusuk sebelah kiri di bawah ketiak, RUDI LALLO,  MARKUS KELVIN RENDENAN (22).Serta membawa seorang korban luka warga sipil JOHANIS JONI (44)mengalami luka potong/ robek pada bahu sebelah kiri sepanjang 10 cm. Sementara ini korban di rawat di RS. Dian Harapan Waena.Sekedar info, ketujuh jenazah anggota TNI dengan menggunakan ambulance di bawa menuju Mako Yonif 751/BS untuk disemayamkan, dan sekaligus upacara pemberangkatan jenazah yang dipimpin langsung Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Zebua. Sedangkan 4 orang jenazah dan 1 orang korban luka dari warga sipil diberangkatkan dengan ambulance menuju RS. Dian Harapan Waena.Selanjutnya  sekitar pukul  14.50 WIT, dengan menggunakan  pesawat Garuda GA-655 dari Bandara Sentani tujuan Makassar dan Jakarta, take off dengan membawa 5 orang jenazah anggota TNI, yaitu,Sertu Ramadhan Hamang tujuan Kupang, Sertu Ebih Juliana tujuan Sukabumi, Frans Hera tujuan Toraja,  Praka Jojon Miharja tujuan Kendari, dan Sertu M. Udin dengan tujuan Sidoarjo.Sementara itu, untuk kedua jenazah anggota TNI yang lain, yaitu Alm. Praka Wemprit Tamahiwu dan Alm. Pratu Mustofa, masih di semayamkan di Yonif 751/BS, dan rencana hari ini diterbangkan dengan pesawat Wing Air menuju Nabire. (Syaiful/Sandra/Fani)