Polda Geser Pasukan ke Lima Daerah Rawan Gangguan Kelompok Radikal
Jayapura,-Kepolisian Daerah Papua telah melakukan pergeseran pasukan di lima Kabupaten di Papua yang rawan gangguan kelompok radikal, menjelang pelaksanaan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, 9 Juli mendatang. “Mengenai kemungkinan ganguan dari kelompok radikal,
Bagikan
Jayapura,-Kepolisian Daerah Papua telah melakukan pergeseran pasukan
di lima Kabupaten di Papua yang rawan gangguan kelompok radikal,
menjelang pelaksanaan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, 9 Juli
mendatang.
“Mengenai kemungkinan ganguan dari kelompok radikal, kami juga sudah
melakukan antisipasi juga perkuatan pasukan di perbatasan, Lanny Jaya,
Puncak Jaya, Yapen, Paniai, Tolikara, Jayawijaya. Itu sudah kami
lakukan dan setiap Polres juga sudah berkoordinasi dengan satuan TNI
di wilayah mereka,” kata Kapolda Papua, Irjen (Pol) Muhammad Tito
Karnavian kepada wartawan, Senin (30/6).
Kapolda juga mengklaim telah melakukan penguatan di Perbatasan RI-PNG,
untuk mengantisipasi kerawanan gangguan. Menurut Kapolda, pihaknya
telah berkoordinasi dengan Pangdam untuk penguatan personel.
“Kami sudah memperkuat pasukan yang ada di sana terutama Brimob dan
kami juga sudah berkoordinasi dengan Pangdam. Untuk daerah lain di
luar itu saya memerintahkan Kapolresnya untuk melakukan evaluasi
sendiri daerah yang dianggap rawan dan kapolres ini kemudian
menghitung apakah cukup perkuatannya dari Polres. Kalau masih kurang
cukup dan lebih efektif dukungan dari Polda kami akan kirim pasukan
untuk penebalan Brimob. Kalau untuk PAM TPS sudah pasti,” terangnya.
Soal ancaman boikot Pilpres, Kapolda tidak memungkiri adanya ancaman
boikot dari beberapa kelompok tertentu, meski tidak terlalu
signifikan. Namun, Polda Papua menanggap kelompok itu juga kecil dan
tidak berperanguh besar di masyarakat.
“Mungkin hanya dikantong-kantongnya saja. Tapi kami bersama TNI sudah
melakukan, pendekatan ke masyarakat, tapi bukan untuk memenangkan satu
calon, namun menciptakan Pilpres yang aman dan damai di Papua seperti
kami lakukan di wilayah Keerom, Muara Tami, Waris dan beberapa wilayah
lainnya. Saya optimis Pilpres di Papua akan lancar dan lebih baik dari
Pileg,” katanya.
Bagikan artikel ini



