Jayapura,- Kepolisian Daerah Papua tengah membentuk tim investigasi, terkait kontak senjata  di Distrik Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya, antara anggota TNI dan kelompok sipil bersenjata yang menewaskan Prajurit Satgas Yonif/753, Pratu Andre, Sabtu (31/8) sore. ”Saat ini kami tengah berupaya mengejar terhadap kelompok sipil  bersenjata serta melakukan penyisiran dilokasi pelarian mereka, terkait kontak senjata antara Anggota TNI dan Kelompok Sipil Bersenjata,  yang menewaskan satu anggota TNI. Tim Investigas juga tengah kita bentuk,” kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes (Pol) I  Gede Sumerta Jaya, SIK kepada wartawan, Senin (2/9).I Gede menjelaskan, Tim investigas tersebut berjumlah 1 regu atau 7 orang yang diawaki anggota Direktorat Reskrim Umum Polda Papua dan Polres Puncak Jaya. ”Jumlahnya satu regu, yang dianggotai dari Dit Reskrim Umum Polda dan Polres Puncak Jaya,” jelasnya.Disinggung soal motif penembakan ? I Gede Sumerta Jaya menduga mereka ingin mengganggu proses pembangunan dan proses mensejahterakan masyarakat.  ”Intinya mereka ingin membuat masyarakat di Puncak Jaya makin menderita, karena dengan kejadian ini akan menghambat proses pendistribusian kebutuhan masyarakat. Mereka juga menghambat proses pendistribusian untuk pembangunan karena akan membuat harga-harga  makin tak terjangkau oleh masyarakat karena makin mahal, karena penyuplai bahan-bahan tadi akan trauma dan takut ke daerah tersebut,” bebernya.Sebagaimana diwartakan, Sabtu (31/8) sekitar  pukul 14.30  WIT di Distrik Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya telah terjadi kontak senjata antara anggota TNI dengan kelompok sipil bersenjata.Saat itu, sejumlah anggota TNI sedang melaksanakan tindakan polisionil yaitu membantu tugas-tugas kepolisian untuk mengamankan jalur pasokan kebutuhan masyarakat dan jalur memperlacar proses pembangunan. Dalam kontak senjata itu, satu anggota TNI atasnama Pratu Andre. Pelaku diduga dari kelompok yang selalu mengganggu dan yang selalu membuat resah masyarakat setempat.