NABIRE - Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kabupaten Nabire, Ismail Djamaluddin membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD), bertemakan sosialisasi kemiskinan dan inflasi serta pembinaan statistik sektoral. Tema ini sangat relevan dan krusial bagi upaya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengoptimalkan pengelolaan sumber daya di Kabupaten Nabire.

Ismail mengatakan, data kemiskinan menjadi salah satu indikator utama dalam merumuskan kebijakan publik guna memahami dengan baik data ini akan membantu. "Kita untuk merancang progam-program yang lebih efektif, efesien dan tepat sasaran, sehingga dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat yang membutuhkan," ucapnya.

Di sisi lain, tidak dapat mengabaikan masalah inflasi. Kenaikan harga barang dan jasa dapat mempengaruhi daya beli masyarakat, terutama kelompok rentan.

Dengan mengetahui data inflasi secara akurat. "Kita dapat merumuskan langkah-langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi di kabupaten Nabire," ujarnya.

Kemudian pembinaan statistik sektoral sangat penting dalam memastikan data yang dimiliki dapat dikelola dan dimanfaatkan secara optimal. Melalui pembinaan ini, dirinya berupaya untuk meningkatkan kapasitas aparatur dan stakeholder dalam menghasilkan data yang berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Saya berharap melalui diskusi yang konstruktif hari ini, dapat saling bertukar informasi, ide dan pengalaman untuk menciptakan solusi terbaik bagi tantangan yang dihadapi, mari bersama-sama menjadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan di Kabupaten Nabire," pungkasnya.

Kegiatan FGD ini dihadiri oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Peternakan, Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Kepala DPMK Nabire, Kepala Bappeda yang diwakili, Kapolres yang diwakili serta OPD lainnya dan staf-staf BPS.(sam)