NABIRE - Pelaksana tugas Bupati Dogiyai, Herman Auwe menegaskan selama menjalankan tahapan Pilkada pihak KPU Dogiyai agar bersikap netral dan transparan. Penegasan ini dikatakan Herman Auwe, di sela-sela Coffee Morning dalam rangka Pengamanan Pilkada Kabupaten Dogiyai, Senin (10/10),  di  Mapolres Nabire. Herman mengaku, selama beberapa tahapan yang dilalui pihak KPU banyak tahapan yang tidak transparan, keterbukaan dan netral. Buktinya, saat pleno penetapan verifikasi partai politik dan gabungan partai politik terhadap bakal calon, KPU Dogiyai tidak pernah melibatkan berbagai pihak seperti Panwas, keamanan, bakal calon dan tim sukses.  Hal seperti ini, lanjutnya, KPU Dogiyai dinilai tidak transparan  dan tidak netral, bahkan lembaga penyelenggara sebagai independen akan dicederai.“Waktu pleno penetapan verifikasi, saya  ini saja tidak pernah diundang padahal saya ini sementara menjabat sebagai pemimpin di daerah itu,” katanya.Ia mengatakan, pihaknya hanya karena tidak keterbukaan dan tidak koordinasi baik antara pihak-pihak terkait yang berakibatnya masyarakat yang korban.“Saya minta kita jaga keamanan dan ketertiban daerah. KPU juga tidak boleh maunya jalan sendiri tetapi harus koordinasi baik, jaling hubungan kerja antar lembaga,” ujar Herman.Sementara itu, dari Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabomana Kabupaten Dogiyai, Yopi Degei,  menuturkan hal senada. Ia menilai KPU Dogiyai tidak konsisten dan keterbukaan kepada publik, sebetulnya begitu ada informasi yang perlu diumumkan secara terbuka.“Jangan jadikan masyarakat korban politik. Warga masyarakat Dogiyai sudah siap mensukseskan Pilkada 2017,” katanya. (gus)