NABIRE – Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Pj. Gubernur Papua Tengah, Dr. Ribka Haluk, S.Sos, MM memberikan solusi atas persoalan yang dialami honorer Kabupaten Nabire yang Senin (19/8/24) menyampaikan aspirasi di Kantor Gubernur Papua Tengah. Solusi yang disampaikan Pemprov Papua Tengah, para tenaga honorer disarankan untuk mengikuti tes CPNS tahun 2024 yang mulai dibuka, dan juga mengikuti penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada beberapa bulan kedepan. Jika dari kedua kali seleksi penerimaan CPNS maupun PPPK ada tenaga honorer yang tidak lolos, Pemprov Papua Tengah akan menerima para honorer menjadi tenaga kontrak di lingkungan Pemprov Papua Tengah.


Demikian tanggapan Pj. Sekda Provinsi Papua Tengah, Anwar Harun Damanik, S.STP, MM terhadap para tenaga honorer yang menyampaikan aksinya di Aula Kantor Gubernur Papua Tengah. Solusi ini, kata Pj. Sekda Damanik, adalah hal yang disampaikan Pj. Gubernur Papua Tengah untuk menjawab persoalan para tenaga honorer ini.


“Ibu gubernur tidak bisa menemui para honorer karena di waktu yang sama beliau menghadiri acara yang sudah terjadwal. Ibu gubernur menyampaikan solusi yang tadi sudah disampaikan,” ujar Pj. Sekda Anwar Damanik.


Terkait dengan solusi yang ditawarkan itu, Pj. Sekda Anwar Damanik juga meminta kepada koordinator honorer agar bisa memberikan data tenaga honorer. Data yang diminta Pemprov Papua Tengah, tegas Pj. Sekda Damanik, adalah data yang sebenarnya, tidak boleh dikurangi dan juga tidak boleh ditambah.


“Kita ini sedang mencari solusi, bukan menciptakan masalah baru. Jadi data yang kami minta itu adalah data tenaga honorer yang clear. Jangan ditambah, jangan dikurang. Kalau ditambah kita stop,” tuturnya.


Pantauan saat pertemuan, selepas penyampaian solusi dari Pemprov Papua Tengah, sempat ditanggapi jika para honorer saat ini butuh jawaban dan tidak hanya janji-janji. Namun dari Pemprov Papua Tengah menegaskan jika untuk mengatasi persoalan para tenaga honorer ini, adalah dengan apa yang sudah ditawarkan. Jika menuntut hal lain yang tidak ada dasar aturannya, Pemprov Papua Tengah ‘angkat tangan’.


Hingga akhirnya perwakilan dari tenaga honorer menyampaikan akan melakukan koordinasi lebih lanjut terkait tawaran solusi itu.


Saat pertemuan di aula Kantor Gubernur Papua Tengah, turut dihadiri Kapolres Nabire, Sekda Nabire, Kepala BKPSDM Papua Tengah, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Penanggulangan Bencana dan Satpol PP (Damkar PPB Satpol PP) Papua Tengah, dan sejumlah pejabat lainnya.
Ratusan Massa Honorer Sempat Menunggu


Pantuan media ini di lapangan, massa tenaga honorer yang akan menuju Kantor Gubernur Papua Tengah, sempat dihentikan sementara di Jl. Merdeka depan Kantor Bina Marga. Dihentikan sementara di lokasi itu lantaran di waktu yang sama sedang berlangsung agenda yang dilaksanakan di aula Kantor Gubernur Papua Tengah.


Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Penanggulangan Bencana dan Satpol PP, Victor Fun, S.Sos, M.Si, terlihat sempat mendatangi massa honorer yang sedang menunggu. Di depan massa honorer, Victor Fun menyampaikan jika massa akan diterima di kantor gubernur. Namun diminta massa untuk bersabar menunggu karena di saat yang sama masih berlangsung kegiatan di aula Kantor Gubernur Papua Tengah.(ros)