Pj Gubernur dan Bupati Nabire ke RSUD Cari Solusi
NABIRE - Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos., M.Si mewakili masyarakat Nabire, berterima kasih kepada Pj Gubernur Papua Tengah dan jajarannya yang telah mengunjungi BLUD RSUD Nabire. Dari kunjungan itu disampaikan akan berupaya mencari solusi salah satu masalah mendasar yang selama ini dikeluhkan yaitu instalasi air bersih.

NABIRE - Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos., M.Si mewakili masyarakat Nabire, berterima kasih kepada Pj Gubernur Papua Tengah dan jajarannya yang telah mengunjungi BLUD RSUD Nabire. Dari kunjungan itu disampaikan akan berupaya mencari solusi salah satu masalah mendasar yang selama ini dikeluhkan yaitu instalasi air bersih.
Kujungan Bupati Nabire bersama Pj Gubernur Papua Tengah dan jajarannya ke BLUD RSUD Nabire, Rabu (26/04/23), dan diterima Direktur BLUD RSUD Nabire, dr. Frans F. C. Sayori, M.Kes.
Lebih jauh dikatakan Bupati Mesak Magai, melihat kondisi dan kebutuhan masyarakat selama ini, seperti pendidikan, kesehatan dan infrasturktur yang masih sangat tertinggal, maka pemerintah pusat berupaya memekarkan Daerah Otonomi Baru (DOB) di Tanah Papua. Tujuannya, untuk menjawab ketertinggalan itu. Saat ini Provinsi Papua Tengah sudah hadir, untuk melengkapi kekurangan dan kebutuhan masyarakat khususnya di bidang kesehatan.
Menurutnya, sebelum hadirnya Provinsi Papua Tengah, BLUD RSUD Nabire sudah menjadi RSUD rujukan dari beberapa kabupaten yang ada di wilayah tengah Papua. Bahkan beberapa kabupaten dari Provinsi Papua dan Papua Barat. Sehingga hal ini yang mengakibatkan pelayanan RSUD Nabire tidak maksimal.
“Saya berterima kasih kepada Penjabat Gubernur Papua Tengah beserta jajarannya, dalam hal ini hadir untuk melihat berbagai kekurangan di RSUD Nabire, diantaranya instalasi air bersih. Tidak hanya bidang kesehatan, namun pendidikan dan pembangunan infrastruktur juga tentunya tidak akan luput dari perhatian. Sehingga harapan besar Kabupaten Nabire bersama Provinsi Papua Tengah kedepan dapat mengupayakan peningkatan pelayanan RSUD Nabire agar lebih maksimal,” jelas Bupati Mesak Magai.
RSUD Nabire Akan Dijadikan RSUD Representativ
Dikatakan Pj Gubernur Papua Tengah, Dr. Ribka Haluk, S.Sos, MM, masalah manusia ini penting. Sehingga Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan Kabupaten Nabire bersama-sama berkomitmen melihat berbagai hal yang penting. Dan saat ini pihaknya melihat rumah sakit yang menjadi rujukan dan diandalkan oleh masyarakat Papua Tengah.
“Karena menyangkut nyawa manusia, sehingga saya dan Bupati Nabire akan fokus menjadikan RSUD Nabire menjadi RSUD yang representative,” ujarnya.
Dijelaskan, di Provinsi Papua Tengah saat ini ada dua RSUD yang dijadikan rujukan. Yakni RSUD Paniai dan juga RSUD Nabire. Kedua rumah sakit ini harus benar-benar pelayanannya memuaskan pasien dan masyarakat.
“Kami sudah perkuat untuk wilayah Kabupaten Dogiyai, Deiyai dan Paniai RSUD rujukannya adalah RSUD Paniai. Sementara untuk wilayah lainnya seperti Intan Jaya, Puncak dan Puncak Jaya serta Nabire, RSUD rujukannya adalah RSUD Nabire. Sehingga apa yang disampaikan Bupati Nabire tentang terbebaninya RSUD Nabire karena banyaknya masyarakat Papua Tengah dirujuk ke Rsud Nabire sangat benar, sehingga provinsi harus mengintervensi,” kata Pj Gubernur Ribka Haluk.
Ditambahkan Pj Gubernur Ribka, tidak saja instalasi air bersih, tetapi obat-obatan yang selama ini belum tersedia di apotik RSUD Nabire juga sudah disolusikan pihaknya bersama Bupati Nabire. Dengan bekerja sama dengan Apotek Pelita Farma, untuk menerima resep dari RSUD Nabire. (cad/Humas Pemda Nabire)
Bagikan artikel ini



