DOGIYAI – Penjabat (Pj) Bupati Dogiyai, Drs. Petrus Agapa, M.Si, membuka kegiatan Youth Day Orang Muda Katolik (OMK) se–Dekenat Kamu, Mapia dan Piyaiye (KAMAPI), Selasa (25/6/24) kemarin.

Dalam sambutannya disampaikan, pemerintah sebagai wakil Allah di dunia, secara terus menerus melaksanakan pembangunan di berbagai bidang. Termasuk pembangunan di bidang keagamaan, yang difokuskan pada peningkatan mental dan spiritual jemaat, sebagai dasar bagi pembangunan untuk semua sendi kehidupan manusia.

Kata dia, sebagai umat katolik yang telah dipersatukan oleh kasih Allah, kita dituntut untuk menebar kasih kepada sesame. Sebagaimana firman Tuhan dalam Yohanes pasal 15 ayat 12 : “Inilah perintahku supaya kamu saling mengasihi, seperti aku telah mengasihi kamu.” Hal ini dapat dimaknai segala sesuatu yang dilaksanakan, dimana kita diperkenankan Tuhan, untuk hidup melayani dan mengabdi, harus mencerminkan ketulusan, kerjasama, tolong menolong, berbagi kasih dengan sesama.

“Hanya dengan kasihlah yang mampu menembus sekat-sekat wilayah, agama, status sosial, tingkat ekonomi, maupun adat istiadat dan budaya. Sudah menjadi tugas yang hakiki bagi umat manusia, khususnya umat kristiani, dalam kehidupan ini adalah bersekutu, bersaksi dan melayani. Sebab kita dipanggil untuk terus memenuhi panggilan gereja dan membina jemaat sesuai amanat agung Yesus Kristus kepala gereja,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, hari ini, segenap generasi muda katolik akan melaksanakan kegiatan youth day se-Dekenat Kamu, Mapia dan Piyaiye. Forum seperti ini merupakan sarana dan wadah untuk saling berkomunikasi dan berkoordinasi, mengevaluasi tugas-tugas pelayanan gerejawi serta mengembangkan bakat dan minat para kaum muda katolik dalam berkreasi dan berinovasi untuk mengembangkan diri lebih baik. Sehingga tugas panggilan gereja, akan semakin efektif, berkualitas dan membumi.

Kata dia, panggilan gereja yang dimaksudkan disini bukanlah, gereja dalam arti fisik tempat beribadah dan memuliakan nama Allah. Tetapi merupakan orang-orang muda katolik yang dipanggil untuk hidup dalam kebersamaan dalam persekutuan dengan sesama. 

“Hidup dan bertumbuh dalam persekutuan merupakan tempat berbagi rasa, pengajaran, penghiburan dan nasehat untuk menjadi satu dalam tubuh Kristus, menuju menjadi pemuda pemudi katolik yang dewasa, mandiri dan missioner,” tuturnya.

Pj Bupati Dogiyai berharap agar di dalam pelaksanaannya hendaknya lebih dititik beratkan pada peningkatan peran dan fungsi pemuda pemudi katolik dalam menumbuh kembangkan iman dan kepedulian terhadap gereja dan daerah.

“Saya menghimbau kepada segenap orang muda katolik, hendaknya dapat terlibat dan berperan secara aktif dalam melaksanakan tugas kesaksian dan pelayanan. Sehingga gereja merupakan pilar terdepan dalam mengentaskan berbagai keterbelakangan, ketidak adilan, kemerosotan moral dan kemiskinan, menuju terwujudnya tantanan orang muda katolik yang religius, berkuslitas, dan sejahtera,” paparnya.

Ditegaskan, pelaksanaan kegiatan youth day ini merupakan momentum yang sangat penting. Sebab merupakan wujud keimanan dan kesetiaan kepada Tuhan Yesus Kristus. Dan merupakan suatu kegiatan untuk menata dan merevitalisasi kembali panggilan gereja. 

“Saya mengajak kepada segenap orang muda katolik sekalian, mari kita dukung semua program pemerintah daerah. Sehingga keberadaan gereja sebagai mitra pemerintah dalam pembinaan iman dan rohani para orang muda katolik, hidup dan bertumbuh dalam persekutuan, serta melayani dan memberikan hanya yang terbaik bagi Allah, dapat terwujud demi hormat dan kemuliaan nama Tuhan,” tuturnya. (PPN)