Pj Bupati Buka Sosialiasi Antikorupsi di Lingkup Setda Intan Jaya
NABIRE - Pejabat Bupati Intan Jaya, Zakharias F. Marey, S.Sos.,M.T, pada Senin (16/12/24) membuka secara resmi sosialisasi Antikorupsi di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Intan Jaya.

NABIRE - Pejabat Bupati Intan Jaya, Zakharias F. Marey, S.Sos.,M.T, pada Senin (16/12/24) membuka secara resmi sosialisasi Antikorupsi di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Intan Jaya.
Dalam sambutannya, Pj Bupati Intan Jaya mengatakan, kegiatan sosialisasi anti korupsi dalam rangka peringatan Hari Anti Korupsi (Hakordia) sedunia yang diperingati 9 Desember setiap tahunnya. Dan momen ini sangat penting artinya dalam proses pembangunan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Lanjutnya, kegiatan hari ini bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan langkah awal dan wujud nyata dari komitmen bersama dalam menciptakan pemerintahan yang bersih, transparan dan bebas dari korupsi di Kabupaten Intan Jaya. Sebagai Pj Bupati Intan Jaya, dirinya merasa sangat bangga dan berterima kasih atas kehadiran dan dukungan seluruh pihak.
“Ini menunjukkan bahwa kita semua pemerintah, aparat penegak hukum, tokoh agama, tokoh masyarakat, pihak swasta, hingga partai politik memiliki satu tujuan yang sama, yaitu menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik demi kesejahteraan seluruh masyarakat Intan Jaya,” ucapnya.
Kita ketahui, korupsi adalah musuh utama pembangunan. Praktik korupsi tidak hanya menghambat pembangunan infrastruktur, tetapi juga menghancurkan harapan masyarakat akan keadilan dan kesejahteraan.

Pemerintah pusat melalui Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) telah menegaskan pentingnya upaya pencegahan korupsi di seluruh daerah, termasuk di Intan Jaya. Melalui Survei Penilaian Integritas (SPI) dan Monitoring Center for Prevention (MCP), kita mendapatkan pedoman yang jelas tentang bagaimana mewujudkan pemerintahan yang bersih dan efektif.
“Oleh karena itu, hari ini kita meneguhkan komitmen antara Pemerintah Kabupaten Intan Jaya, Kejaksaan Negeri Nabire dan Kepolisian Resor Intan Jaya melalui kegiatan sosialisasi pada dua hari ini. Ini adalah bentuk sinergi yang konkret untuk memperkuat upaya pencegahan korupsi, penegakan hukum dan peningkatan integritas di daerah kita,” ujarnya.
Dengan adanya kesepahaman ini, Pj Bupati Intan Jaya berharap seluruh proses pengelolaan anggaran, pelayanan publik dan pengadaan barang serta jasa di Kabupaten Intan Jaya akan berjalan dengan lebih transparan dan akuntabel.
“Saya juga mengajak semua pihak yang hadir di sini, khususnya para Kepala OPD, ASN, tokoh agama, tokoh masyarakat, pihak swasta dan anggota DPRD 2024-2029 untuk menjadi teladan dalam menerapkan nilai-nilai integritas dan transparansi, mari kita bersama-sama membangun Kabupaten Intan Jaya yang lebih baik, lebih bersih dan lebih sejahtera,” tambahnya.
Sebagai pemimpin daerah, harus mampu menjawab kepercayaan masyarakat dengan bekerja jujur dan menjauhkan diri dari segala bentuk penyalahgunaan kekuasaan.
“Saya juga berharap agar masyarakat Kabupaten Intan Jaya turut serta dalam pengawasan terhadap kinerja pemerintah. Partisipasi aktif dari masyarakat adalah salah satu kunci utama dalam mencegah korupsi,” ungkapnya.
Oleh karena itu, dirinya mengajak bangun budaya yang saling mengawasi dan saling mengingatkan demi kebaikan bersama. Bentuk konkrit dari partisipasi aktif masyarakat pemerintah telah menyediakan layanan pengaduan melalui website yang dapat diakses melalui tautan http://ayolapor.intanjayakab.go.id dan https://193.168.195.111 untuk keluhan terkait pelayanan publik (pendidikan, kesehatan dan administrasi, lainnya), laporan pelanggaran atau penyalahgunaan wewenang. Masukan masyarakat ini demi untuk perbaikan pelayanan dan pembangunan daerah Kabupaten Intan Jaya yang kita cintai.
Kepada masyarakat dan semua yang hadir agar memanfaatkan layanan pengaduan ini secara bijak dan bertanggung jawab untuk mendukung pembangunan dan pelayanan yang lebih baik. “?ami berharap partisipasi aktif dari semua pihak untuk bersama-sama mewujudkan kabupaten transparan, Intan Jaya yang lebih akuntabel dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” tandasnya.(rob/hum intan jaya)
Bagikan artikel ini



