Pilpres, Bupati/Walikota Dilarang ke Jakarta
Jayapura,- Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 9 Juli 2014 tinggal beberapa pekan lagi, kepada seluruh bupati/walikota di Provinsi Papua untuk tidak meninggalkan tempat tugas, karena pesta demokrasi merupakan agenda nasional yang harus diperhatikan. Gubernur Papua Lukas
Bagikan
Jayapura,- Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 9 Juli 2014 tinggal beberapa pekan lagi, kepada seluruh bupati/walikota di Provinsi Papua untuk tidak meninggalkan tempat tugas, karena pesta demokrasi merupakan agenda nasional yang harus diperhatikan.
Gubernur Papua Lukas Enembe, minta kepada seluruh bupati/walikota di Papua untuk terus melakukan koordinasi dengan baik dengan semua pihak. Dan pastikan semua kesiapan pelaksaan Pilpres berjalan aman dan lancar di masing-masing daerah.
Jadi, pada hari pencoblosan bupati/walikota harus berada di tempat tugas, jangan disaat hari pencoblosan bupati/walikota ada di Jakarta,’’ Tegas Gubernur Papua Lukas Enembe pada Rapat Kerja Koordinasi (RAKORDA) Pemantapan Pelaksanaan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014, Rabu (25/6) di Sasana Krida, Kantor Gubernur Dok II Jayapura.
Gubernur mengatakan, menjelang pelaksaan Pilpres di Papua, bupati/walikota harus terus melakukan koordinasi dan membangun sinergi dalam upaya penanganan ketentraman dan ketertiban umum masyarakat dan keamanan dengan unit/lembaga terkait di daerah.
“Kita sudah perintahkan dengan jelas bahwa setiap agenda nasional para kepala daerah tidak bisa meninggalkan tempat tugas. Kepala daerah wajib hukumnya berada ditempat, apalagi agenda kali ini adalah pemilihan presiden yang akan berlangsung pada 9 Juli mendatang,” tegasnya.
Gubernur juga minta kepada seluruh kepala daerah di Papua untuk pastikan daerahnya aman, dan tidak ada masyarakat yang menjadi korban saat pilpres berlangsung nanti di Papua. Juga kepada kepada daerah untuk tidak melakukan intervensi. Misalnya, jika hasil Quick Count Pemilu di TV ada salah satu calon yang sudah unggul, dan suara diarahkan ke calon tersebut. Itu tidak boleh terjadi di Papua, pastikan Pemilu Presiden di Papua berjalan lancar, aman dan damai. Ucapnya.
Gubernur berharap semua pihak terkait penyelenggaraan Pemilu bisa bekerja dengan baik. "KPU, Bawaslu, serta DKPP, memikul tanggung jawab penuh bagi terselenggaranya pemilihan yang demokratis," imbaunya.
Bagikan artikel ini



