NABIRE - Pelaksanaan Pemilihan Kepala Kampung (Pilkakam) Serentak di Kabupaten Nabire sudah berakhir. Namun masih menyisahkan 5 kampung yang masih bermasalah. Nasib 5 kampung tersebut akan ditentukan oleh Bupati Nabire, Mesak Magai.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Nabire, Pilemon Madai saat dikonfirmasi, Rabu (5/10/22) siang mengatakan, nasib 4 kampung yang bermasalah, 2 kampung dari wilayah "gunung" yakni Kampung Gokodimi dan Yigikebo yang ribut saat pemilihan. Dan dua kampung sekitar yakni Kampung Kali Susu dan Kampung Waroki, penyelesaiannya diserahkan kepada bupati, penyelesaiannya seperti apa kita menunggu saja. 

Sedangkan masalah di Kampung Lagari 4, terdapat 2 calon Kepala Kampung yang memperoleh suara sama. Sudah diminta untuk pemilihan ulang kepada dua calon person suara sama tetapi 3 calon lain dari 5 calon kepala kampung meminta untuk ukur-ukur lagi sehingga tidak ada calon terpilih. Karena itu sudah diminta untuk kesepakatan antar calon dengan batas waktu hingga Senin (3/10/22) namun hingga Rabu (5/10/22) belum ada laporan dari Lagari 4. 

"Masyarakat sudah diminta untuk memasukan kesepakatannya Senin (3/10/22) tetapi sampai sekarang belum masukan jadi tidak tahu," ungkap Madai.

Oleh sebab itu masalah di Lagari 4 ini diserahkan kepada bupati mau menunjuk siapa atau bupati akan menunjuk pelaksana tugas sambil menunggu pemilihan kepala kampung. 

Ketika ditanya soal pelaksanaan pelantikan kepala kampung terpilih, Madai mengatakan masih koordinasi dengan Bupati Mesak Magai soal kapan pelantikannya.

Untuk Madai mengimbau untuk sabar menanti kapan ada pelantikan kepala kampung terpilih hasil Pilkakam Serentak Kabupaten Nabire tahun 2022. (ans)