NABIRE - Universitas Satya Wiyata Mandala (Uswim) Nabire Provinsi Papua Tengah sudah memiliki Rektor Definitif Periode 2025 hingga 2029.

Dikatakan Petrus Tekege, SH.,MH, dalam sambutannya, beberapa program yang akan dilaksanakan dalam masa kepimpinannya, salah satunya menginisiasi program studi baru seperti Ilmu Hukum dan Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan untuk menerjemahkan visi misi tersebut dan pengembangan kampus perlu kerja sama antara yayasan dan Pemerintah Daerah (Pemda) baik program fisik maupun non-fisik. 

“Oleh karena itu pada kesempatan ini saya menyampaikan permohonan dukungan demi kemajuan bersama membangun SDM Papua Tengah yang unggul," katanya.

Universitas Satya Wiyata Mandala merupakan perguruan tinggi tertua di wilayah Pemerintah Provinsi Papua Tengah (Nabire), maka perlu dilakukan berbagai hal menjadi contoh bagi daerah ini terutama dalam hal peningkatan ‘Tri Dharma Perguruan Tinggi’ terkait pendidikan, penelitian, kajian dan literasi daerah yang merupakan langkah strategis untuk memajukan daerah ini. 

Ia juga mengatakan, hal ini akan menjadi wadah penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan serta literasi yang relevan dengan konteks lokal, yang pada akhirnya dapat mendorong kemajuan ekonomi, sosial dan budaya daerah.

"Saya mengajak seluruh civitas akademika untuk bersama-sama mewujudkan visi dan misi tersebut. Mari kita jadikan Uswim sebagai rumah bersama, tempat kita berkarya, belajar dan berkembang. Mari kita jadikan universitas ini sebagai pusat keunggulan dalam bidang pendidikan, penelitian, teknologi dan layanan DIKTI wilayah 14,” imbuhnya.

Kepada Gubernur Papua Tengah dan kepada para Bupati se Papua Tengah bawah, pertama pada tahun ajaran 2025-2026 Uswim membuka program pascasarjana yang diawali Program Pasca Sarjana Ilmu Pemerintahan.

“Kedua, pada tahun ajaran 2025-2026 ini juga kami membuka Fakultas Hukum untuk satu program studi, yaitu program studi Ilmu Hukum dengan konsentrasi Hukum Administrasi Negara/ Hukum Publik, Hukum Adat, Hukum Perdata dan Hukum Pidana,” terangnya.

Pihak Uswim juga akan mendorong membuka PPG, atau Pendidikan Profesi Guru adalah program pendidikan yang bertujuan untuk membekali calon guru dengan keterampilan dan pengetahuan profesional agar bisa menjadi guru yang kompeten. Program PPG ini bisa diikuti oleh lulusan S1 atau D4 dari jurusan kependidikan maupun non-kependidikan yang ingin menjadi guru. Program ini tentunya meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesionalisme guru serta Membuka peluang bagi sarjana-sarjana non-kependidikan bisa menjadi guru di seluruh tanah Papua umumnya dan khususnya Provinsi Papua Tengah. 

“Program PPG ini kami dorong, meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan serta mempersiapkan kekurangan tenaga guru di wilayah Provinsi Papua Tengah dalam rangka mendukung program pemerintah di Provinsi Papua Tengah,” urainya lagi.

Untuk mengupayakan itu semua ke depannya, diperlukan sarana dan prasaran yang memadai, untuk itu diperlukan pembangunan bangunan gedung kuliah minimal berlantai 2, laboratorium, sistem jaringan yang harus memadai, bangunan perpustakaan yang memadai dan layak, bangunan serbaguna atau auditorium yang mampu menampung lebih dari 1.000 orang.

"Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan. Mari kita bekerja sama, bahu membahu dan berjuang bersama untuk Kemajuan Uswim di Provinsi Papua Tengah," harap rektor.

Petrus Tekege berharap Uswim harus mencerminkan dan berkontribusi sebagai aset penting bagi SDM di Provinsi Papua Tengah, sebaliknya kemajuan dan perkembangan Papua Tengah merupakan inspirasi konstribusi bagi kemajuan Uswim yang kita cintai ini.(rob)