NABIRE - Bergabung di SMP Negeri 8 Nabire yang terletak di Kampung Sanoba, maka 17 murid kelas III SMP Bakidi Nabire sama-sama mengikuti Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN) yang kini sudah berjalan hari terakhir.Untuk itu, dua ibu kepala sekolah yang menahkodai dua SMP ini terlihat sangat akrab bersama dewan guru guna menyukseskan seluruh tahapan ujian yang diawali dari USBN hingga Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP) bagi seluruh peserta ujian dari dua sekolah tersebut.Demikian dikatakan Kepala SMPN 8 Nabire Agustina Wihiawary, S.Pd.,M.Pd, didampingi Kepala SMP Bakidi Vanelda Wona, S.Sos kepada Papuapos Nabire, Rabu (18/4), di SMPN 8 seraya menambahkan, penggabungan ujian antara dua sekolah saat USBN agar di UNKP anak sudah bisa tau akan ruangan dan meja masing-masing siswa/siswi.Sementara untuk jumlah murid atau peserta ujian dari SMPN 8 sebanyak 46 murid dan SMP Bakidi Nabire juga memiliki jumlah murid peserta ujian sebanyak 17 murid, dengan demikian semuanya tersebar di 4 ruangan ujian.Selain itu, ibu Kepsek SMPN 8 Agustina Wihiawary juga menambahkan, jika di tahun pelajaran 2018/2019 SMPN 8 Nabire telah siap maju sebagai peserta Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) bersama 11 SMP lain yang kini sudah masuk peserta UNBK.Ketika ditanya soal kesiapan perangkat dasar UNBK, Ibu Agustina secara tegas mengatakan, segala sesuatu yang menyangkut sarana UNBK akan diupayakan lewat pemerintah daerah. “Namun yang lebih penting saat ini adalah kesiapan pihak sekolah untuk membimbing anak-anak, soal biasa atau tidak saya pikir pasti bisa,” tuturnya. (des)