NABIRE - Ketua Yayasan Harapan Nusantara Dou Tou Papua Yosafat Nawipa, S.Pd pada acara pelepasan siswa/siswi peserta PPL satu dan dua serta Prakerin bagi 65 murid pada Senin (9/11) mengatakan, siswa/siswi PPL dan Prakerin diminta lebih berperan dalam bidang kesehatan di tengah pandemi  Covid-19.

Karena pada hari ini dengan tanda pemasangan Capyng Day berarti para siswa/siswi telah menyandang gelar sebagai profesi calon perawat dan tenaga yang siap mempraktekan imu saat praktek di lapangan.

Untuk itu, pada acara pemangan Capyng Day bagi para murid yang akan mengikuti PPL satu dan dua dan Prakerin, bukan anda sarat dengan tanggung jawab baik secara moral maupun intelektualitas tetapi juga memiliki ilmu yang berkualitas dan mampu berkarya lebih dalam kepada masyarakat di tengah Covid-19.

Di tengah era globalisasi dan era informasi membuat tuntutan baru di segala sektor, termasuk sektor pelayanan kesehatan dengan demikian membuat kita harus lebih giat belajar yang lebih baik agar kita tidak tertindas gelombang kemajuan zaman.

Untuk itu, dunia keperawatan juga tidak ingin menjadi penonton di panggung pencaturan pelayanan kesehatan di negeri sendiri, maka kita sudah harus siap dengan segenap agenda pelayanan kulaitas kesehtaan dengan berbasis teknologi, agar kita tidak menjadi korban keganasan pandemi corona.

Sehingga kompetensi merupakan sebuah tindakan cerdas yang memerlukan kolaborasi antara rana pengetahuan, sikap dan ketrampilan, maka bagi para murid jurusan keperawatan sangat perlu dilakukan uji kompetensi, yaitu uji tulis dan uji praktek.

Di negara kita ini sumber daya Mnusia (SDM) yang kompeten tentu saja memiliki kontribusi cukup besar dalam pembangunan kesehatan yang memiliki komitmen yang tinggi terhdap mutu lulusan  yang terus dicari masyarakat peminat bidang kesehatan.(des)