NABIRE - Dengan keberangkatan 98 orang siswa/siswi asal 8 Kabupaten di wilayah Prvinsi Papua Tengah untuk mengenyang pendidikan di empat provinsi yang ada di pulau Jawa, sesungguhnya menjadi harapan bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah, tetapi juga bagi seluruh lapisan masyarakat.

Untuk itu, selaku Pemprov Papua Tenah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Tengah mengharapkan ada dukungan dari orang tua murid yang ada di 8 kabupaten dengan selalu membangun komunikasi guna memberikan semangat kepada putra dan putrinya agar tidak mudah terpengaruh dan lebih fokus belajar.

Karena sesuai dengan motto program pendidikan afirmasi tahun 2025 ‘siap berangkat, siap berprestasi di tanah rantau’. Untuk itu, diharapkan dengan kegiatan pembekalan selama 3 hari ini Nabire dan Mimika akan menjadi modal awal bagi 98 siswa/siswi untuk bisa hidup mandiri dan sukses di tanah rantau.

Dikatakan Kepala Bidang Pendidikan Khusus dan Pendidikan Akademi Komunitas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, Freddi M. Edowai, SE.,MDP, kepada Papuapos Nabire, Selasa (8/7/25) di ruang kerjanya, ke depan setelah anak-anak ini lulus di tanah rantau dan kembali membangun Papua Tengah.

Sehingga diharapkan kepada 98 siswa/siswi asal 8 kabupaten di Papua Tengah yang mengikuti pendidikan di tanah rantau, jangan hanya punya ilmu atau pengetahuan saja, tetapi gunakan kesempatan yang ada di tanah Jawa untuk memiliki banyak skil dan harus punya karakter yang bagus.

Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikmen) RI punya kebijakan yang sangat luar biasa bagi Provinsi Papua, dimana dengan kepemimpinan gubernur dan wakil gubernur yang devenitif langsung diberikan kuota yang sangat besar bagi putra dan putri Papua Tengah untuk mengeyang ilmu di tanah rantau.(des)