Pesawat Trans Nusa ‘Kado HUT RI’ untuk Rakyat Papua Tengah
NABIRE - Pesawat Trans Nusa mendarat mulus di landasan pacu Bandara Nabire, Sabtu (17/08/2024) kemarin. Pj Gubernur Papua Tengah, Ribka Haluk mengatakan dengan pendaratan dengan mulus ini sebagai bukti, bahwa pesawat Trans Nusa sudah berhasil masuk, berusaha dengan baik agar pesawat Trans Nusa bisa memberikan yang terbaik.

NABIRE - Pesawat Trans Nusa mendarat mulus di landasan pacu Bandara Nabire, Sabtu (17/08/2024) kemarin. Pj Gubernur Papua Tengah, Ribka Haluk mengatakan dengan pendaratan dengan mulus ini sebagai bukti, bahwa pesawat Trans Nusa sudah berhasil masuk, berusaha dengan baik agar pesawat Trans Nusa bisa memberikan yang terbaik.
“Ini merupakan momen penting bagi kita semua, bertepatan dengan Hari Kemerdekaan RI, pesawat Trans Nusa landing perdana," ucapnya.
Saat melintas, Kapten Deni Haryadi mengatakan, sudah melihat terlebih dahulu landasan. Jadi saat penerbangannya ke Nabire ini membuatnya bernostalgia. “Saat itu di tahun 1995 lalu saya sering terbang ke Nabire, waktu itu masih bersama maskapai Merpati," ucapnya
Nabire sudah seperti rumah sendiri. Katanya, dahulu dirinya sering terbang. Namun, ketika sudah tidak lagi menerbangkan pesawat ke daerah ini, ia berjanji akan memajukan daerah ini. “Dan ternyata doa saya tercapai," ucapnya.
Kapten Deni mengatakan, jauh lebih baik saat lakukan pendaratan, namun pada saat pihak media mengkonfirmasi terkait harga tiket, Kapten Deni belum memberikan keterangan terkait harga tersebut, namun lebih bercerita ke pesawat mendarat dengan mulus. Dan akhirnya Trans Nusa kado bagi masyarakat Nabire tercapai.
Selanjut usai pesawat mendarat, sejumlah pejabat Forkopimda memasuki pesawat Trans Nusa, melihat langsung setelah beberapa menit, lalu turun lagi, menuju pintu keluar Bandara. Pj Gubernur Papua Tengah beserta rombongan menuju ke Lapangan Kodim guna upacara menyambut Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-79 tahun.
Pj Gubernur Ribka Haluk mempersembahkan Pesawat Trans Nusa bagi masyarakat Papua Tengah, Sabtu, 17 Agustus 2024 dalam rangka Perayaan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79 di Provinsi Papua Tengah dan ini menjadi momen bersejarah untuk Provinsi Papua Tengah.
Momen ini terlihat jelas saat detik-detik pesawat PK-TJA Aircraft Comac ARJ21-700 ini, mendarat perdana di Bandara Douw Atarure tepat pada pukul 08.00 WIT. Dan berhenti tepat di depan Penjabat Gubernur Ribka Haluk dan rombongan.
Pj Gubernur Ribka Haluk mengaku, dalam menghadirkan pesawat Trans Nusa, berbagai proses panjang telah dilewati. Namun, berkat kerja keras dan dukungan dari semua pihak, alhasil hal tersebut berbuah manis bagi seluruh masyarakat Papua Tengah.
"Ini merupakan momen penting bagi kita semua, bertepatan dengan Hari Kemerdekaan RI, pesawat Trans Nusa landing perdana untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ini adalah sejarah baru bagi provinsi ini, karena selama ini Papua Tengah hanya didarati pesawat sejenis ATR dan kedepan akan lebih mudah mengakses transportasi untuk keluar masuk antar daerah.
Selain itu, arus barang dan logistik akan semakin banyak dengan memanfaatkan penambahan jasa maskapai sehingga perekonomian akan semakin membaik, inflasi dapat terkendali dan banyak hal lainnya dapat dimanfaatkan hingga terwujudnya kesejahteraan masyarakat.
Pj Gubernur Ribka Haluk berharap dengan hadirnya pesawat Trans Nusa akan membawa daerah ini lebih maju dari sebelumnya. Ia percaya, multiflayer effect akan terjadi pasca maskapai ini beroperasi.
PK-TJA Aircraft Comac ARJ21-700
Pesawat Tipe PK-TJA Aircraft Comac ARJ21-700 tepat pada pukul 08.00 WIT, telah mendarat perdana di Bandar Udara Douw Atarure, Kabupaten Nabire pada Sabtu, 17 Agustus 2024.
Dikatakan Pilot Trans Nusa, Kapten Deny Heryadi, penerbangannya ke Nabire ini membuatnya bernostalgia. Pasalnya pada tahun 1995 lalu dirinya sering terbang ke Nabire ketika masih bekerja di maskapai Merpati.
"Nabire ini sudah seperti rumah saya. Saya dahulu sering terbang ke daerah ini. Namun, ketika sudah tidak lagi menerbangkan pesawat ke daerah ini, saya berjanji akan memajukan daerah ini. Ternyata doa saya terkabulkan,” jelasnya kepada wartawan.
Kapten Deny juga memberikan penilaian kepada landasan pacu yang dimiliki Bandara Douw Atarure Nabire, yang dianggap sangat baik dan layak untuk didarati seperti pesawat seperti Comac ARJ21-700 ini.
"Sebelum kami terbang, tentu kami melakukan simulasi menggunakan simulator. Lalu hasilnya kami anggap bisa mendarat. Namun, pada saat pelaksanaannya, ternyata mendarat lebih mulus dibandingkan ketika simulasi," jelasnya.
Sedangkan Kapten Wu Gopang asal Cina mengaku senang dan bahagia dengan sambutan yang diberikan pemerintah daerah kepadanya. Ia juga kagum dengan budaya penyambutan yang diberikan kepada seluruh kru Trans Nusa, Bandaranya sangat baik, semoga kehadiran Trans Nusa dapat membantu percepatan pembangunan di daerah ini.
Adapun pelayanan pesawat ini akan melayani penerbangan diantaranya, Sorong-Nabire-Jayapura, Nabire-Mimika, Nabire-Biak dan Nabire-Manokwari. Sedangkan jangka panjangnya akan membuka rute penerbangan, Nabire-Papua Pegunungan dan Nabire-Papua Selatan.(feb/ist)
Bagikan artikel ini



