Perubahan Dunia Pendidikan Dimulai dari Peningkatan Guru
MIMIKA - Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah nomor urut 2, Natalis Tabuni, S.S.,M.Si dan Titus Nitkime, S.H.,M.H, selanjutnya disingkat NT-TN akan memajukan dunia pendidikan, dimulai dari meningkatkan tenaga pengajar (guru) di 8 kabupaten se Provinsi Papua Tengah.

MIMIKA - Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah nomor urut 2, Natalis Tabuni, S.S.,M.Si dan Titus Nitkime, S.H.,M.H, selanjutnya disingkat NT-TN akan memajukan dunia pendidikan, dimulai dari meningkatkan tenaga pengajar (guru) di 8 kabupaten se Provinsi Papua Tengah.
"Ketika kami terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah kami akan membuat perubahan dan program prioritas di bidang pendidikan, utamanya peningkatan sertifikasi guru yang hingga saat ini masih dibawah standar," terang Natalis Tabuni ketika menjawab pertanyaan moderator dalam debat pertama Pemilukada Papua Tengah, beberapa waktu lalu di Timika.
Dijelaskan Natalis Tabuni didamping Cawagub Titus Natkime, saat menjawab pertanyaan moderator seputar masih rendahnya sertifikasi guru di Papua Tengah, yang rata-rata dibawah 20 persen pendidik profesional, dirinya akan menjadikan hal tersebut sebagai program prioritas kedepan.
Bahkan, tambah mantan Bupati Intan Jaya dua periode itu, hal soal pendidikan akan masuk dalam program 100 hari kerja khususnya menyangkut soal sertifikasi guru profesional dari jenjang Sekolah Dasar (SD), SMP dan SMA/SMK.
"Pendidikan menjadi tulang punggung bangsa, oleh karena itu, para guru yang selama ini sedang mengalami kekurangan atau banyak keluhan dan tantangan, lantaran fasiltas yang kurang dan jumlah guru yang terbatas akan menjadi program prioritas untuk segera dituntaskan," ucapnya.
Selain dimasukkan ke dalam program prioritas, imbuh Natalis dengan jeda waktu yang terbatas, menyampaikan, akan menyediakan fasilitas yang memadai, dan juga mendukun kemitraan yang baik. Artinya, para guru diberi fasilitas seperti rumah, kesehatan dan gaji yang memadai serta fasilitas penunjang lainnya.
"Seperti TPP dan ULP yang layak, itu alasannya guru meninggalkan tugasnya. Ketika kami dipercaya menjabat gubernur dan wakil gubernur akan membuat sekolah pendidikan untuk guru di Papua Tengah, setingkat SPG atau PGSD dan juga sarjana pendidikan yang memadai," katanya lagi.
Tambahnya, sehingga mereka benar-benar, dapat mengajar dengan baik dan tentunya bersertifikasi profesional sebagai tenaga pengajar ketika fasilitas lainnya ditunjang oleh pemerintah.
Soal pendidikan, jelas Paslon ini juga telah dituangkan dalam misi pertama, yakni peningkatkan kualitas pendidikan dengan mengedepankan beberapa program prioritas, seperti kartu Papua Tengah pintar, pendidikan berpola asrama di 8 kabupaten dan peningkatan sumber daya atau tenaga pengajar dengan memberikan TPT dan ULP yang memadai serta di bidang kesehatan yang layak bagi mereka.(wan/amd)
Bagikan artikel ini



