NABIRE - Perlu adanya intervensi dari semua pihak sehingga ada kemajuan pendidikan selama masih ada pandemi Covid-19. 

Bukan murid saja yang dijaga, tetapi guru juga sangat penting bersama masyarakat agar proses pendidikan itu bisa berjalan lancar.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua, Christian Sohilait, ST, M.Si, dalam kunjungan kerja selama dua hari di Kabupaten Nabire guna melihat dari dekat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) selama masa pademi Covid-19.

Untuk memajukan dunia pendidikan di Tanah Papua secara umum dan juga di Kabupaten Nabire secara khusus, kata dia, maka guru itu harus sehat dan terhindar dari wabah virus Corona. 

Sehingga kita bisa lihat hasil dari kamajuan pendidikan.

“Kegiatan KBM untuk saat ini kita sama–sama dapat memakluminya, namun perlu ada intervensi semua pihak agar ada kemajuan pendidikan ditengah pandemi Covid-19,” tutur Christian Sohilat, kepada Papuapos Nabire, Sabtu (5/9) di ruangan VIP Room Bandara Udara Nabire.

Dan secara umum untuk memajukan pendidikan di Tanah Papua selama masih adanya Virus Corona perlu adanya dukungan dari 8 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang harus turun tangan secara lansung guna membantu proses KBM di tengah Pandemi Covid-19.

Misalnya pihak sekolah membutuhkan masker, maka ini menjadi tanggung jawab dari OPD Dinas Kesehatan dan pihak rumah sakit.

Dan juga jika sekolah membutuhkan air bersih maka menjadi tugas dari pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dan juga instansi lain yang terkait.

Dengan demikian dunia pendidikan tidak harus berjalan sendiri di tengah pandemi Covid—19 ini.

Tetapi dengan adanya intervensi dari semua pihak dan juga dukungan 8 OPD dapat dipercaya bahwa kemajuan pendidikan di tengah Covid-19 akan terlihat hasilnya, walaupun KBM tidak maksimal.(des)