NABIRE - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Nabire sukses menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker) Unit Pengumpul Zakat (UPZ), bertempat di Islamic Center Nabire, Sabtu (24/01/2026). Agenda strategis ini mengusung tema besar ‘Optimalisasi Pengelolaan Zakat untuk Kemanfaatan dan Kesejahteraan Umat’, yang dihadiri ratusan perwakilan UPZ dari seluruh wilayah Kabupaten Nabire.

Wakil Bupati Nabire, Burhanuddin Pawennari, yang hadir dan membuka acara secara resmi menekankan bahwa forum ini memiliki makna yang sangat krusial. Menurutnya, Raker ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan menjadi wadah evaluasi mendalam sekaligus perencanaan matang bagi program kerja Baznas dan UPZ untuk masa mendatang.

Dalam sambutannya, Burhanuddin berharap agar melalui Raker ini lahir berbagai program yang lebih terarah, tepat sasaran dan berkelanjutan. Hal ini penting guna memastikan lembaga zakat mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat, terutama dalam menghadapi dinamika sosial di Kabupaten Nabire yang terus berkembang.

Menjelang datangnya Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah, Wakil Bupati Nabire juga mengingatkan agar persiapan teknis dan nonteknis dilakukan secara serius. Ia memandang bulan ramadhan bukan hanya sebagai momentum peningkatan ibadah spiritual, tetapi juga sebagai puncak penguatan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Oleh karena itu, ia menegaskan pengelolaan Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS) harus dilakukan secara profesional dan menyentuh lapisan masyarakat yang paling membutuhkan. Fokus utamanya mencakup fakir miskin, anak yatim, kaum dhuafa serta perhatian khusus bagi masyarakat Orang Asli Papua (OAP).

Pemerintah daerah juga mendorong adanya sinergi yang lebih kuat antara Baznas, OPD terkait, tokoh agama dan seluruh elemen masyarakat. Dengan kolaborasi yang harmonis, setiap rupiah dana zakat yang dikelola diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi pembangunan sosial dan ekonomi di Nabire.

Komitmen Pemerintah Kabupaten Nabire terhadap program Baznas ditegaskan kembali sebagai bagian dari visi pembangunan daerah. Pemerintah siap mendukung penuh inisiatif yang sejalan dengan cita-cita mewujudkan masyarakat Nabire yang sejahtera, berkeadilan dan bermartabat melalui instrumen zakat.

Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Nabire, H. Soleman Letsion, BA, menyatakan keberadaan UPZ di instansi maupun perusahaan memiliki dampak yang sangat masif. Ia mengakui tanpa sinergi yang kuat antara Baznas dan UPZ, potensi zakat yang luar biasa di wilayah Nabire tidak akan bisa tergarap secara maksimal.

Lembaga ini bertekad untuk menjaga kepercayaan publik dengan mengedepankan prinsip transparansi dalam setiap pengelolaan dana umat. Baznas Nabire berkomitmen mengoptimalkan seluruh potensi yang ada demi kemaslahatan masyarakat luas serta menjaga integritas lembaga sebagai pengelola zakat yang amanah.

H. Soleman menambahkan dalam menjalankan tugasnya, Baznas senantiasa bersandar pada prinsip keadilan, kebersamaan dan keberlanjutan sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011. Pendekatan yang digunakan pun berbasis pada kearifan lokal agar bantuan yang disalurkan benar-benar sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

Sebagai penutup, ia menegaskan pentingnya inovasi dan pemberdayaan agar para mustahik (penerima zakat) dapat mandiri di masa depan. Ia berharap Raker tahun 2026 ini menghasilkan strategi baru yang mampu meningkatkan penghimpunan zakat secara signifikan, sehingga manfaatnya terasa lebih luas bagi kemandirian umat.(amd)