NABIRE - Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Nabire menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-2 (II) di Gedung Islamic Center pada Selasa (09/09/2025). Acara ini menandai momentum penting bagi organisasi dalam menata ulang kepengurusan dan merumuskan program kerja strategis untuk lima tahun ke depan. 

Musda ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Ketua DMI Provinsi Papua Tengah, H. Azis Baharuddin, S.Kom dan Wakil Bupati Nabire, H. Burhanuddin Pawennari.

Musda tersebut dibuka dengan sambutan-sambutan yang menegaskan pentingnya peran DMI. Ketua DMI Provinsi Papua Tengah, H. Azis Baharuddin, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa Musda ini menjadi langkah krusial untuk mengaktifkan kembali kepengurusan DMI di Kabupaten Nabire yang telah habis masa baktinya pada 20 Agustus 2025 lalu. 

"Kita harus mengkaderkan kepengurusan wilayah Provinsi Papua, Papua Tengah," ujar H. Azis. Ia juga menambahkan bahwa DMI pusat telah memberikan SK kepengurusan provinsi sejak 20 Maret 2025, namun proses pelantikan sempat tertunda karena kondisi keamanan yang belum kondusif. Ia berharap pelantikan dapat terlaksana pada Oktober mendatang.

Di sisi lain, Wakil Bupati Nabire, H. Burhanuddin Pawennari, mewakili Bupati Mesak Magai, S.Sos., M.Si., secara resmi membuka kegiatan Musda ini. 

Dalam sambutannya, ia menggarisbawahi pentingnya Musda sebagai wadah untuk konsolidasi, evaluasi dan perumusan program kerja. 

H. Burhanuddin juga menyampaikan apresiasi pemerintah daerah atas kiprah DMI yang telah berperan besar dalam membina dan memakmurkan masjid, mempererat Ukhuwah Islamiyah, serta berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah.

Sementara itu, Ketua Panitia, Wahab Wahono, S.Pd.i, mengajak seluruh peserta untuk bermusyawarah dengan semangat persatuan. Ia menekankan pentingnya menjaga kekompakan agar keputusan yang dihasilkan benar-benar dapat membawa kemajuan bagi DMI dan umat Islam di Nabire.

Musda ini tidak hanya fokus pada pemilihan kepengurusan baru, tetapi juga menjadi ajang introspeksi bagi DMI Nabire. Berbagai tantangan dan peluang ke depan dibahas, terutama bagaimana memaksimalkan peran masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan, sosial dan ekonomi masyarakat. 

Diharapkan, kepengurusan baru yang terpilih nantinya dapat membawa DMI Nabire lebih progresif dan inovatif.

Setelah serangkaian agenda musyawarah, kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama. Momen ini menjadi simbol kebersamaan dan komitmen seluruh peserta untuk mendukung kepengurusan baru. 

Dengan berakhirnya Musda, kini tugas berat menanti kepengurusan DMI Nabire yang baru untuk mewujudkan visi dan misi organisasi demi kemakmuran masjid dan umat.(sam)