Perkuat Pengawasan, Loka POM Mimika Gelar FKP dan Advokasi Keamanan Pangan

NABIRE - Loka Pengawasan Obat dan Makanan (POM) di Kabupaten Mimika terus berkomitmen memperkuat fungsi pengawasan dan pelayanan publik di wilayah Papua Tengah. Hal ini diwujudkan melalui gelaran Forum Konsultasi Publik (FKP) dan Forum Advokasi Lintas Sektor Program Keamanan Pangan yang dilaksanakan Senin (20/04/2026), bertempat di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire.
Kepala Loka POM Kabupaten Mimika, Rudolf Surya P. Bonay, S.Si, menjelaskan institusinya memiliki wilayah kerja yang luas mencakup delapan kabupaten di Provinsi Papua Tengah. Meski kantor kedudukan saat ini berada di Mimika, Loka POM bertanggung jawab penuh dalam mengawasi peredaran obat farmasi, kosmetik, obat tradisional, suplemen kesehatan hingga pangan olahan di seluruh pelosok provinsi baru tersebut.
Tujuan utama pelaksanaan FKP di Nabire untuk memperkenalkan berbagai layanan Loka POM secara langsung kepada masyarakat dan pelaku usaha sebagai konsumen utama.

Lewat forum ini, Loka POM berupaya menjemput bola dengan meminta masukan serta umpan balik (feedback) dari lintas sektor dan media massa demi peningkatan kualitas pelayanan publik di masa mendatang.
Dalam pertemuan tersebut, terungkap adanya aspirasi besar dari masyarakat dan stakeholder di Nabire agar Badan POM dapat hadir lebih dekat secara fisik di ibu kota provinsi. Kehadiran yang lebih dekat diharapkan mampu mempermudah koordinasi dan jangkauan pengawasan, mengingat urusan obat dan makanan merupakan kebutuhan krusial yang menyentuh kepentingan setiap individu.
Selain forum konsultasi, Loka POM Mimika juga mengintensifkan program pemberdayaan melalui Gerakan Masyarakat Sadar Pangan Aman (Germasap). Di Kabupaten Nabire, program ini menyasar berbagai komunitas strategis seperti Pasar Kalibobo, Kelurahan Nabarua hingga lingkungan pendidikan mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA Negeri 1 Nabire.

Melalui program Germasap, Loka POM melakukan intervensi dengan membentuk kader-kader keamanan pangan yang berasal dari komunitas setempat, termasuk guru, orang tua murid hingga pengurus OSIS. Para kader ini dibekali edukasi melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) agar mampu menjadi perpanjangan tangan Badan POM dalam mengedukasi lingkungan sekitarnya mengenai standar pangan yang sehat dan layak konsumsi.
Langkah ini juga dinilai sangat relevan dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa sekolah. Dengan edukasi yang tepat, para siswa diharapkan tidak hanya mendapatkan asupan bergizi, tetapi juga memahami perilaku hidup bersih dan sehat, seperti kebiasaan mencuci tangan untuk mencegah kontaminasi bakteri yang dapat merugikan kesehatan.(amd)
Bagikan artikel ini



