NABIRE - Dalam rangka memperjuangkan bantuan pendidikan berupa beasiswa kepada mahasiswa unggulan (BMU), Pansus DPR Papua menemui Penjabat Gubernur Papua Tengah, Ribka Haluk, belum lama ini. 

Anggota Panitia Khusus Dewan Perwakilan Rakyat Papua, Thomas Sandegau, ST, kepada media ini mengatakan, DPR Papua memberikan apresiasi kepada Penjabat Gubernur Papua Tengah yang menyambut baik kunjungannya. Kata 

Thomas Sandegau, sangat merespon baik terkait hal tersebut dan menyatakan siap mendukung program beasiswa mahasiswa unggulan tersebut di Provinsi Papua Tengah. 

Thomson, panggilan akrabnya, menjelaskan, sesuai data yang ada, yakni sekitar 263 mahasiswa unggulan penerima beasiswa tersebut, sekitar 92 mahasiswa yang studi di luar negeri. 

“Ini yang kita dorong, dan bantuan pendidikan itu tidak boleh putus di tengah jalan. Terkait data mahasiswa penerima sendiri, kami (DPR Papua) telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Papua Tengah dan sebelum dengan Disdik Papua,” kata Thomson. 

Pada prinsip, tambah anggota DPRP 3 periode itu, Pansus Beasiswa Mahasiswa Unggulan ini disambut baik oleh Penjabat Gubernur Papua Tengah. Kata dia, pihaknya akan terus pantau dan melaksanakan koordinasi bersama hingga program bantuan pendidikan ini benar-benar selesai dan tuntas. 

Dengan harapan, akhir anggota DPRP Thomas Sondegau, anak-anak kita yang menerima bantuan tersebut dapat kembali ke daerahnya dan menerapkan ilmu yang didapat guna pembangunan daerah.

Sementara itu, anggota Pansus lainnya, John NR Gobai, menambahkan dalam rapat koordinasi Pansus Beasisiswa Pokja Papua Tengah dengan Pemda Papua Tengah itu guna mengkonfirmasi mahasiswa beasiswa Pemprov Papua yang telah diserahkan ke Pemprov Papua Tengah, seiring dengan pembentukan DOB guna kelanjutan pembiayaannya.

Rapat dilakukan di Ruang Kerja Pj Gubernur Papua Tengah pada tanggal 17 November 2023. Rapat dipimpin Pj Gubernur Papua Tengah, Dr. Ribka Haluk, diikuti staf ahli Pj Gubernur Papua Tengah, Ukkas dan 2 orang staf Dinas Pendidikan Papua Tengah dan dari Pansus Beasiswa DPR Papua, John NR Gobai, Thomas Sondegau dan Deky Nawipa.

"Didata kami untuk Provinsi Papua Tengah terdapat 129 mahasiswa di luar negeri dan 161 mahasiswa dalam negeri. Pemprov Papua Tengah sudah menerima data dari BPSDM Papua melalui rapat di Kemendagri. Nama-nama tersebut juga telah dilakukan verifikasi oleh tim dari Dinas Pendidikan Papua Tengah melalui data di DIKTI dan langsung ke kampus-kampus," ungkap John.

Lanjutnya, setelah dicocokan terdapat nama-nama yang belum dimasukan oleh BPSDM Papua.

Pj Gubernur Papua tengah menyampaikan untuk puluhan nama-nama yang belum tercover, gubernur meminta SK Gubernur Papua, identitas mahasiswa dan keterangan dan kepastian keaktifan mahasiswa. Serta adanya pertemuan di Inspektur Jenderal Kemendagri agar dengan dasar itu dapat dilanjutkan pembiayaannya.

Pj Gubernur Papua Tengah juga menyampaikan sedang membangun sistem informasi terkait pembiayaan mahasiswa. Sistem tersebut akan terkoneksi dengan kabupaten agar tidak terjadi pendobelan pembiayaan.(wan)