Perjuangan 25 Tahun Temui Titik Terang, Masyarakat Moni Desak Realisasi Kabupaten Moni

NABIRE – Ratusan masyarakat Suku Moni menggelar aksi dukungan terhadap pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) Kabupaten Moni, Sabtu (2/5/2026). Aksi ini menjadi penegasan kembali perjuangan panjang masyarakat yang telah berlangsung lebih dari 25 tahun.
Ketua Tim Pemekaran Kabupaten Moni, Isaias Zonggonau, menyampaikan bahwa upaya pembentukan DOB ini berangkat dari kondisi wilayah Moni yang masih terisolasi dan minim pembangunan. Ia menilai pemekaran menjadi solusi strategis untuk mempercepat kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, berbagai tahapan telah dilalui, mulai dari penyusunan dokumen, kajian akademik, hingga audiensi dengan pemerintah daerah dan pusat. Namun, proses tersebut sempat terhenti akibat kebijakan moratorium pemekaran daerah beberapa tahun lalu.
“Sekarang kami sudah melakukan pembaruan dokumen dan kembali mengajukannya ke pemerintah pusat. Ini adalah perjuangan panjang yang kami lanjutkan demi masa depan masyarakat,” ujarnya.
Pemekaran Kabupaten Moni direncanakan mencakup lima distrik, yakni Dumadama, Dogomo, Bibida, Bogobaida, dan Wegee Muka. Masyarakat dari wilayah tersebut telah menyatakan komitmen bersama untuk mendukung pembentukan DOB.

Dari sisi kesiapan, Isaias menyebutkan bahwa sumber daya manusia dinilai cukup memadai, dengan ratusan aparatur sipil negara (ASN) yang siap mendukung jalannya pemerintahan jika kabupaten ini terbentuk.
Kepala Suku Moni, Agus Zonggonau, juga menegaskan bahwa pemekaran merupakan kebutuhan mendesak masyarakat yang selama ini merasa kurang mendapatkan perhatian pembangunan. Ia mengajak semua pihak, termasuk mahasiswa, untuk melihat persoalan ini secara objektif dan berpikir jangka panjang.
“Pemekaran ini untuk kepentingan bersama, agar masyarakat bisa hidup lebih baik dan sejajar dengan daerah lain,” katanya.

Sementara itu, tokoh intelektual Moni, Melkianus Zonggonau, menekankan bahwa Kabupaten Moni nantinya diperuntukkan bagi seluruh masyarakat di wilayah tersebut, baik suku Moni maupun Mee. Ia menyebut aspirasi ini lahir dari kebutuhan nyata akan pembangunan.
Dengan dukungan masyarakat yang terus menguat serta adanya sinyal positif dari pemerintah daerah, harapan terbentuknya Kabupaten Moni sebagai DOB kini kembali terbuka.(ist)
Bagikan artikel ini



