NABIRE - Atas perintah Gubernur Provinsi Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, SH, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Papua Tengah siap merehap dua jembatan, yakni Jembatan Kali Siriwini Bawah dan Jembatan Nabarua Atas, yang rusak akibat bencana alam. Di mana, Jembatan Siriwini rusak akbat gempa bumi pada 19 September 2025 lalu dan jembatan Nabarua atas yang rusak akibat banjir.

Perintah Gubernur untuk membangun pekerjaan tanggap darurat dua jembatan ini atas laporan dari dinas PUPR selaku instansi teknis yang sudah turun mengambil data di lapangan dan juga ada laporan langsung dari masyarakat, sehingga Gubernur Papua Tengah meminta dan memerintahkan dinas PUPR untuk melakukan pekerjaan tanggap darurat.

Untuk itu, Dinas PUPR Papua Tengah mengambil langkah awal memulai pekerjaan tanggap darurat dengan menurunkan 4 Eksavator, di mana dua eksavator di Kali Siriwini bawah dan dua eksavator lagi di jembatan Nabarua atas dan keempat eksavator ini memulai pekejaan sejak hari Jumat, 16 Oktober kemarin dengan melakukan pekerjaan normalisasi kedua kali tersebut.

Dikatakan Kepala Dinas PUPR Papua Tengah, Ir. Yulianus Manuel Mambrasar, S.ST., M.Si.ST, kepada Papuapos Nabire, Jumat (16/10/2025) di ruang kerjanya seraya menambahkan, selaku instansi teknis tetap melaksanakan apa yang telah diperintahkan Gubernur Meki Nawipa guna kelancaran aktiftas masyarakat.

Karena bapak gubernur telah menyadari, bahwa dua jembatan yang rusak ini akibat gempa dan banjir, merupakan sarana vital yang sangat penting bagi akses anak-anak sekolah dan bagi para pasien maupun bagi para pedagang  serta masyarakat umum lainnya yang ada di wilayah Kabupaten Nabire sebagai ibu kota dari Provinsi Papua Tenah.

Untuk itu, pada pekerjaan awal normaliasi kedua kali ini, tidak langsung dikerjakan, tetapi akan menunggu kondisi cuaca yang membaik dan apabila cuaca sudah membaik, maka kedua jembatan ini akan dilakukan pekerjaan tanggap dengan mendongkrat jembatan lebih dulu dan selanjutnya pekerjaan dilakukan.

Ketika ditanya soal jembatan Kali Wanggar dan Kali Sima yang juga dikabarkan mengalami kerusakan akibat bencana hujan dan banjir. Kepala Dinas PUPR Mambrasar mengatakan, untuk pembangunan Kali Wanggar dan Sima yang juga dikabarkan rusak, akan lebih dulu dilakukan studi lapangan, sehingga perhatian bapak gubernur hanya mengutamakan jembatan Siriwini bawah dan jembatan Nabarua atas untuk dilakukan pekerjaan tanggap darurat.(des)