NABIRE – Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1439 H,  Pondok Pesantren (Ponpes) Daarul Fikri Wonorejo, Kabupaten Nabire menggelar Sholawat bersama. Acara Maulid Nabi di Ponpes Daarul Fikri tersebut dilaksanakan Minggu, 10 Desember 2017, sekaligus pemberian hadiah bagi para santri yang menjadi juara pada ujian semester ganjil, serta penobatan bintang santri. Acara juga diisi dengan Maui’dutul hasanah/ceramah agama yang disampaikan Al-Ustad Khairul Umam (Alumni Pondok Pesantren Syaichona Moh. Holil MaduraJawa Timur) mengangkat tema tentang fadilah dan keutamaan Maulid Nabi. Salah satu pesan yg disampaikan beliau tentang dalil yang menganjurkan perayaan Maulid Nabi yang diambil dari Firman Allah, yang artinya ‘Katakanlah dengan karunia Allah dan rahmatnya, maka dengan itu berbahagialah kalian, sesungguhnya itu lebih baik dari apa yang kalian kumpulkan’ (QS,YUNUS 58). Kemudian ayat berikutnya, yang artinya ‘Tidak saya utus Kamu (Muhammad) melainkan sebagai Rahmat bagi semesta alam’ (QS. AL-ANBIYA’ 107). Beliau juga menyampaikan tentang keutamaan merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW yang disaring dari Kitab I’anatuttholibin 3/364-365 dan “An-Ni’matul Kubra ‘alal ‘Alami fi Maulidi Sayyidi Waladi Adam” halaman 5-7, karya Imam Ibnu Hajar al-Haitami (909-974 H.) Pertama, keutamaan bagi yang hadir diacara Maulid Nabi sebagaimana yang disampaikan Imam junaid al-baghdadi : “Barangsiapa menghadiri peringatan Maulid Nabi SAW dan mengagungkan derajat beliau, maka sesungguhnya ia telah memperoleh kebahagian dengan keimanan. Kedua, makanan yg disediakan untuk perayaan Maulid Nabi juga terdapat berkah yang besar sebagaimana pesan disampaikan oleh Imam Fakhruddin ar-Razi: “Seseorang yang membacakan maulid Nabi SAW pada garam atau gandum atau makanan yang lain, melainkan akan tampak keberkatan padanya, dan setiap makanan yang sampai kepadanya, maka akan bergoncang dan tidak akan diam sehingga Allah mengampuni orang yang memakannya. Dan sekirannya dibacakan maulid Nabi SAW pada air, maka orang yang meminum seteguk dari air tersebut akan masuk kedalam hatinya seribu cahaya dan rahmat, akan keluar dari padanya seribu sifat dendam dengki dan penyakit, dan tidak akan mati hati tersebut pada hari hati-hati dimatikan. Dan barang siapa yang membaca Maulid Nabi SAW, pada suatu dirham yang ditempa dengan perak atau emas dan dirham tersebut dicampur dengan yang uang lainnya, maka uang-uang tersebut penuh keberkahan dan pemiliknya tidak akan fakir serta tidak akan kosong tangannya dengan keberkahan Nabi SAW. Keutamaaan selanjutnya, bagi yang hadir diacara Maulid, Imam Sirri Saqathi berkata : “Barang siapa yg pergi ke suatu tempat yang dibacakan didalamnya Maulid Nabi SAW, maka sesungguhnya ia telah pergi ke sebuah taman dari taman-taman surga, karena tidaklah ia menuju ke tempat-tempat tersebut melainkan karena cintanya kepada Nabi SAW. Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa mencintaiku, maka ia akan bersamaku didalam syurga. Keempat, tempat yang dibacakan Maulid Nabi juga terdapat barokah, bebas dari bencana dan semacamnya sebagaimana pesan Imam Jalaluddin as-Suyuthi “Tidak ada rumah atau masjid atau tempat yang didalamnya dibacakan Maulid Nabi SAW melainkan malaikat akan mengelilingi rumah atau masjid atau tempat itu, mereka akan memintakan ampunan untuk penghuni tempat itu, dan Allah akan melimpahkan rahmat dan keridhaan-Nya kepada mereka. “Adapun para malaikat yang dikelilingi dengan cahaya adalah malaikat Jibril, Mika’il, Israfil, dan Izra’il AS. Karena, sesungguhnya mereka memintakan ampunan kepada Allah SWT untuk mereka yang menjadi sebab dibacakannya pembacaan Maulid Nabi SAW. Dan, dia berkata pula: Tidak ada seorang muslimpun yang dibacakan didalam rumahnya pembacaan Maulid Nabi SAW melainkan Allah SWT menghilangkan kelaparan, wabah penyakit, kebakaran, tenggelam, bencana, malapetaka, kebencian, hasud, keburukan makhluk, dan pencuri dari penghuni rumah itu. Dan, apabila ia meninggal, maka Allah akan memudahkan jawabannya dari pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir dan dia akan berada di tempat duduknya yang benar disisi penguasa yang berkuasa. Dan, barangsiapa ingin mengagungkan Maulid Nabi SAW, maka Allah akan mencukupkan derajat ini kepadanya. Dan, barangsiapa disisinya tidak ada pengagungan terhadap maulid Nabi SAW, seandainya penuh baginya dunia didalam memuji kepadanya, maka Allah tidak akan menggerakkan hatinya didalam kecintaannya terhadap Nabi SAW”. ‘Begitulah tutur beliau dalam Mau’idahnya yang dihadiri oleh segenap santri dan alumni serta simpatisan pondok pesantren Daarul Fikri’. Acara ini kami diadakan sebagai bentuk kecintaan kepada baginda Nabi Muhammad SAW sebagai rahmat bagi semesta alam, serta untuk mengingat sejarah perjalanan beliau dan untuk mendorong kita dalam mencontoh akhlaq (perilaku) mulia beliau serta melanjutkan perjuangan beliau dalam menjadikan insan yang berbudi pekerti yang mulia seperti yang beliau contohkan. (wan/ist)